Segala tentang RASA

Posted on July 27th, 2010 in corat-coret by amma

teriknya siang, tak secadas obrolan “panas” dua hari ini. keputusan yang tidak pernah sekalipun berubah. aku dengan mauku, kau dengan inginmu..saling bersikeras tanpa ada yang mau pergi…saling bertentangan namun segalanya menjadi bersinergi.

“i miss u like crazy” katamu sembari memainkan mata penuh canda
dan aku membencimu karena tak tahu cara untuk berhenti menumpas rasa ini….jawab ku getas..

dan yakinlah, saat bertemu, obrolan kita tak akan jauh dari rasa…dan sudah pasti kegelisahan menyeruak kembali hadir…jeda akan ada diantara riuh canda…dan seperti biasa, gelisahku akan menjadi resahmu…resahmu pun akan menstimulus gelisahku…

kau, aku selalu mampu berpura-pura bahwa semua berjalan normal diluar lingkaran KITA. dan KITA, dengan sadar akan dianggap ABSURD oleh mereka. tapi KITA seringkali tak peduli, selalu berdalih bahwa apa yang kita punya lebih MURNI dibanding penilaian picik mereka.

tidak untuk kali ini, maaf, aku akan peduli dengan keTIDAKNORMALan ini…
aku peduli dengan KEPICIKAN mereka….
terlebih aku peduli pada kebahagiaanku…

Kekuatan Tutur Kata

Posted on June 20th, 2010 in artikel, renungan by amma

Pada suatu hari seorang teman bertutur, disebuah stasiun kereta api tanpa sengaja bertemu dengan seorang penjual asongan yang kehilangan tangan sebelahnya sedang menjajakan dagangannya karena hatinya iba dan ingin menolong. Dikeluarkan uang selembar sepuluh ribuan lalu diberikanlah uang itu padanya.

Sejenak berpikir di dalam benaknya ia merasa bersalah, segera kembali penjual asongan dan mengatakan kepadanya, ‘Maaf bapak, saya tidak bermaksud merendahkan bapak. saya tahu, bapak adalah seorang pengusaha.’ Lalu mengambil sebuah pulpen kemudian meninggalkan penjual asongan.

Setahun kemudian teman itu melintasi stasiun kereta api yang sama. Terdengar suara seseorang menyapa dirinya. ‘Apa kabar Mas?’ sapa seorang pemilik toko di stasiun kereta api. ‘Saya sudah lama menunggu anda di toko ini.’ kata pemilik toko. “Barangkali anda lupa, saya adalah penjual asongan yang waktu itu menyebut saya sebagai pengusaha sehingga saya termotivasi kata-kata anda sehingga saya bekerja keras untuk memiliki sebuah toko,’ katanya dengan bangga menunjukkan tokonya.

Teman itu menceritakan betapa terharunya dirinya karena ia tidak mengira penjual asongan yang dia jumpai setahun yang lalu kini telah memiliki sebuah toko yang cukup besar distasiun kereta api.

Pesan dari kisah ini menunjukkan bahwa Tutur kata yang kita ucapkan memiliki sebuah kekuatan. Ucapan kita mampu memberikan motivasi seperti yang terjadi pada penjual asongan namun juga sebaiknya bila bertemu dengan orang yang tidak tepat malah menjerumuskan kita kepada kehancuran. Nabi mengajarkan kita agar senantiasa berkumpul dengan orang-orang sholeh, yaitu orang yang mampu menularkan kebahagiaan, kesehatan dan kedamaian dalam hidup kita.

PS : mari budayakan berkata yang baik….:)

Let me..

Posted on June 8th, 2010 in corat-coret by amma

1 1/2 sendok teh gula, itu yang saya ambil untuk seduhan kopi yang saya minum sore ini. dan ini gelas kedua yang saya minum. tak peduli dengan cacing perut yang sedari pagi belum mencicipi karbohidrat…tak peduli juga dengan maag yang kemungkinan muncul….ijinkan saya tidak peduli dengan semuanya hari ini….

dan hujan sore ini yang tak kunjung reda pun…tak akan menghalangi kepulanganku untuk menemukan kedamaian………

kembali…

Posted on June 7th, 2010 in stories by amma

sore ini hening..ada kesenyapan menyambangi..dan bayangmu kembali berkelebat..indah..dan tetap indah..walau hampir saja pudar..

beberapa hari ini kamu kembali menggelitik..dengan sikap iseng dan jailmu…aih aih…menyebalkan…
tapi ya sutralaah…

saatnya pulang dan ta taaa…………..

Ke-sendirian

Posted on June 7th, 2010 in corat-coret by amma

kamu tanya, ngapain aku semalam? hm…semalam aku ndak ngapa-ngapain…hanya menikmati kesendirianku untuk mengenangmu…Ingat! cuma mengenang!! dan itupun hanya sepersekian menit dari berjam-jam aku sendiri…selebihnya aku asyik dengan diriku…dan tentu saja minus “menangis”..maaf ya sendiriku tidak seperti itu….

tapi pada kenyataannya, aku tidak betul-betul sendiri kok…ada si “noebit” dan “middlesex” disampingku….

kau tahu, sendiri itu kadang tidak berarti kita terasing..terisolasi dan tereliminasi…
sendiri terkadang memompa semangat dan kekuatan….bahkan sendiri adalah hal yang paling aku nantikan diantara waktu yang bergulir cepat…diantara kesibukan yang menyita energi….dan diantara “lelah” hati yang tak nampak….

sendiri adalah waktu yang tepat untuk merefresh dan merencanakan semuanya…