+ Malam +
“Dialah yang menjadikan malam bagi kamu supaya kamu beristirahat padaNya dan (menjadikan) siang terang benderang (supaya kamu mencari karunia Allah swt). sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda (kekuasaan Allah swt) bagi orang-orang yang mendengar.” (QS. Yunus:67).
Pernahkan kita membayangkan, bagaimana keadaan dunia jika malah tidak pernah hadir?. walaupun di beberapa tempat tertentu dibelahan dunia lain ada yang waktu siangnya lebih lama tetapi tetap saja ada saat-saat dimana matahari tenggelam. yang membedakan malam dan siang, sebenarnya bukan gelap atau terang. karena gelap itu sesungguhnya tidak ada, yang ada hanyalah ketiadaan cahaya.
sesungguhnya dibalik pergantian malam dan siang terdapat hikmah yang besar, bukan hanya bagi manusia tapi juga bagi penghuni jagat lainnya.
Allah menciptakan malam seperti sebuah selimut yang membuat kita nyaman untuk beristirahat.hal ini tidak lepas dari keadaan bumi. pada malam hari, suhu udara umumnya berubah rendah, karena sinar matahri tidak ada, sehingga membuat orang mudah lelap. tidur pada suhu tsb sangat baik buat kesehatan, melemaskan otot-otot yang tegang setelah seharian bekerja dan mengendurkan saraf. dan tidak aneh jika keesokan harinya kita merasa segar dan fresh. beda jika tidur siang hari, kesegaran tubuh seperti yang kita dapat setelah tidur malam tidak kita dapati. bahkan kebanyakan suasana sebaliknya, kita biasanya mudah marah dan sedikit kesal jika bangun dari tidur siang.
meskipun waktu malam disediakan oleh Allah swt, untuk bersitirahat, bukan berarti kita tidak bole memanfaatkan untuk hal yang lain. justru kita diperintahkan oleh Allah untuk mendekatkan diri.dan disinilah Ujian kita. apakah kita masih mau menyisakan waktu istirahat yang diberikan-Nya itu untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada-Nya, ataukah kita tetap bermanja dengan buaian selimut dan empuknya kasur dan bantal yang menggoda??
semuanya terserah kita, yang pasti Allah berjanji akan meninggikan derajat orang-orang yang berani meninggalkan kelembutan selimut dan mengadu serta bemesraan dengan-Nya dalam tahajud yang khusu` dan tenang, sebagaimana firmannya dalam surat Al Isra`:79.










