broken heart

Posted on July 18th, 2005 in stories by amma

<img src=’images/images_03.jpg’ alt=’hati’ />

huwa….daku dah bikin seorang *WorGu* broken heart. padahal baru kenal sebentar, dan kenalnya pun tidak sengaja gituh. eh awalnya sie asik..pas dia mo balik dia ngecup tangan daku. nah dari situ lah daku takuutt.
makanya pas malamnya dia dateng ke rumah..daku menghindar.
takuuuuuuuuuuttttt……

tapi daku disalahin sama temen. hiks..katanya dia tuh baik..dan memperlakukan daku seperti LADY. terus tuh cowok bilang..waktu pertama liat daku dia dah merasa kalo daku tuh soulmate nya dia..
aih aih….

kok bisa yaaaa…………………………….

Telpon Umum

Posted on July 13th, 2005 in stories by amma

<img src=’images/teleponumum.jpg’ alt=’telpon’ />

Yang namanya telpon umum emang bukan barang baru dah wah buat kita-kita yang hidup di tengah kota. pemandangan telpon umum yang berjejer atau bahkan menyendiri di pinggir jalan adalah hal yang biasa.  bahkan eksistesinya sekarang ini sudah tergeser dengan adanya hanphone yang jauh lebih canggih dengan fasilitas yang lebih modern, wartel alias warung telkom yang bertebaran dan dapat kita jumpai di setiap sudut gang dan jalan, sehingga menjadikan keberadaannya menjadi kecil dan tak berarti lagi di mata kita.  fungsi telpon umum makin lama semakin terpinggirkan.
ngomong-ngomong soal telpon umum ada sedikit kejadian yang menggelitik pemikiran saya.
kejadian lucu yang datang dari adik dan sepupu saya yang masih kecil yang selama ini tinggal dikampung yang tidak dilengkapi dengan telpon umum. bro-boro ada telpon umum, untuk memiliki telpon rumah saja sulit. maklum..desa saya adalah desa yang jauh dari pusat kota dan untuk sampai kesana harus melewati jalan yang di sisi dilewati aliran sungai. mungkin karena faktor inilah yang menjadikan perusahaan telkom tidak menyediakan jaringan untuk telpon rumah. tapi buat keluarga saya, hal demikianjadi selama ini adik dan sepupu saya lebih familiar dengan wartel dan handphone.

yah..ketika pertama kali mereka datang untuk melihat rumah kakak yang baru, mereka melihat satu telpon umum tua  yang berdiri kokoh di depan kantor kecamatan. dari awal mereka sudah teriak itu apaaaan…antik bangeeet. saya yang mendengar perkataan mereka cuma senyum kecil sambil menjawab itu telpon umum. sejak itu mereka ribut dan berisik, bertanya apa itu telpon masih bisa digunakan, gimana cara kerjanya delele. karena saya tidak tahu apakah telpon tersebut masih berfungsi apa tidak, yah saya jawab tidak tahu. ternyata tanpa sepengetahuan saya, mereka berdua mencoba sendiri telpon tersebut. dan rencanya sore ini mereka akan mencoba lagi. sewaktu saya tanya, kenapa mau mencoba lagi, bukannya kemarin sudah. mereka serempak menjawab..gagal mba!.
kasian juga sie pikir saya, toh gak ada salahnya menuntaskan rasa penasaran mereka. akhirnya saya mencoba bertanya lebih lanjut.
emang kenapa bisa gagal?
“tahu tuh mba..padahal sudah masukin banyak koin. tapi kok keluar lagi”
mba bilang, koin yang 100 an kan. kalian masukin yang berapaan?
“500 mba”
ya jelaslah gak bisa sayang. itu telpon harus dengan koin 100 yang gede. jangan 500 an.
“oh gitu ya mba”
dan larilah mereka ke kamar guna mencari koin 100 an besar. saya sengaja membiarkan untuk mengetahui tindakan apa yang akan mereka lakukan lagi. setelah 5 menitan didalam kamar, akhirnya mereka keluar dan menuju telpon umum tersebut. nggak berapa lama mereka pulang dengan wajah lesu.

sudah bisa? tanya saya
“belum mba”
tiba-tiba muncul di kepala saya sebuah pertanyaan, kalaupun mereka bisa menggunakan telpon tersebut mereka akan telpon kemana dan ke siapa. bukankah mereka tidak mempunyai teman di yogya. wong setiap hari mereka di kampung sana.
“terus, kalau bisa telpon kalian mau telpon siapa? itu telpon nggak bisa buat no hp, interlokal lo dek. harus telpon ke nomor lokal.
“no lokal itu maksudnya apa?”
“no lokal adalah nomor khusus untuk suatu wilayah tertentu. misalnya, yogya. jadi kita cuma bisa menggunakan telpon tersebut di yogya aja. kalau keluar kota berarti harus ke wartel ataupun menggunakan handphone.
“jadi mba, hp sama interlokal gak bisa pake telpon umum?”
“yup”
“yaaaah..terus gimana dong mba. kan nggak punya telpon lokal” jawab mereka sepontan.
gak tahan melihat wajah mereka yang akan kecewa dan kelelahan yang tampak dimata mereka, akhirnya saya mencari list di hp. siapa tahu saja ada temen yang no rumahnya ke save di hp dan masih disekitar yogya. alkhamdulilahnya dapat satu. no kost mantan, dan untungnya lagi adek tuh akrab banget sama itu mantan. cucok sekali pikir saya.

akhirnya kami bertiga pergi ke tempat dimana telpon umum itu ada. lalu mereka tanpa di komando mulai memencet2 tombol, dan terdengar nada sambung. tampaklah senyum diwajah mereka. setelah puas mencoba dan mungkin karena capek. akhirnya mereka meminta pulang. setidaknya saya jadi tahu juga, kalau telpon umum tersebut masih berfungsi dengan baik dan tak lekang di usung jaman.

tawanan diri

Posted on July 12th, 2005 in stories by amma

aku adalah tawanan bagi diriku
terpenjara oleh keinginan dan hawa nafsu
yang selalu dan setiap saat hadir
menghasut
merayu
syahdu

mari kawan,
masuk ke ruang kecilku
kita porak porandakan dunia
tuntaskan semua keinginan

yah..
setidaknya
sebelum aku bebas
dan melepaskan diri dari jepitan nafsu
aku masih milik tubuhku
namun..
bila aku merdeka
tubuh dan ruhku
bukan lagi milik diri
tapi..
punya Dia sang Azza wa Zalla

antara teman dan pacar

Posted on July 11th, 2005 in stories by amma

lagi sedih nieh. Amma kehilangan seorang sahabat lagi. hiks..padahal amma sama tuh co dah lumayan lama berteman. bahkan kita sudah menganggap kakak dan adik. cuma gara-gara ceweknya lah akhirnya persahabatan yang sudah lama itu hancur.

yoa guys, ceweknya melarang tuh co berteman dan dekat-dekat dengan amma. hihihi..yah amma pribadi sie bisa maklumin kecemburuan itu cewek.  soalnya kadang amma kek gitu juga sie sama si botak. cuma yah itu..gak rela ajah..toh selama ini amma cuma nganggap kk dan ndak ada perasaan apa pun ke tuh co. bisa-bisanya sang ce ngira ada something. aih aih..plis deh mba :D .

toh sejak amma tahu mereka jadian, amma sudah mengurangi semua aktifitas amma yang berhubungan dengan tuh co. gak lagi sms an sesering dulu, gak lagi cerita dan haha hihi kayak dulu. pokoknya amma mencoba membatasi diri deh. dan dari pihak co nya juga gitu. malah amma yang nyuruh2 tuh co agar gak menghubungi amma kalo gak penting amat. soalnya ce nya ntar ngambeeeeeeekk….

tapi yo wes lah rek..gak po po…yang pasti sie mereka berdua tetep amma anggap sahabat kok. dan sesekali juga amma masih keep in touch sama mereka.

soalnya amma juga pernah ngerasain apa yang dirasa ce  itu. so maklumin ajah. mudah2 an dengan berjalannya waktu tuh cewek sadar kalo amma cuma sobatan.

Jangan Malu Bertanya

Posted on July 10th, 2005 in stories by amma

“malu bertanya sesat dijalan, banyak bertanya memalukan!!”

rasanya kalimat tersebut sudah begitu familiar di telinga kita. terlebih dijaman era globalisasi yang serba modern ini, banyak hal-hal aneh yang dapat kita temui dan kita tidak tahu apa maksudnya. sayangnya juga,  tenyata makin banyak orang yang merasa risih, malu untuk bertanya. bahkan ada juga yang mencaci maki jikalau kita banyak bertanya.

dan bisa jadi karena pepatah yang di tambahi embel-embel “banyak bertanya memalukan” itu lah yang bikin kita enggan untuk bertanya. kita takut dicap goblok, bodoh, norak, kampungan, kagak gaul, pertanyaannya gak bermutu, cerewetlah, sksd lah hanya karena banyak bertanya. makin lama bertanya menjadi hal yang berat yang harus dilakukan. padahal bertanya kan gratis, bahkan bisa mengusir serta menjawab rasa penasaran kita terhadap hal-hal yag kita anggap masih awam.
kita malu dianggap bodoh  dan mau dianggap pintar, namun pada kenyataannya kita tidak bisa apa-apa. kita menjadi pribadi yang seolah-olah tahu segala-galanya padahal otak kita nol, kosong.

bertanyalah! karena itu kebiasaan yang baik. tak perlu menutup diri untuk bertanya dan ditanya. karena dengan bertanya apa yang masih gelap atau sayup-sayup terdengar menjadi jelas dan terang. dan jangan ragu untuk membagi ilmu serta penjelasan buat si bodoh. karena dengan demikian justru kita semakin mengerti dan memahami apa yang sudah kita ketahui. jangan sok hanya karena mengetahui sesuatu lantas malas membagi dengan yang lainnya.

francis bacon salah seorang filsuf inggris menulis begini ” he that thinks himself the wisest is generally the greates fool” yang artinya ia yang berpikir bahwa dirinya adalah orang yang paling bijak biasanya adalah orang yang paling bodoh”

jadi tuan sok tahu segalanya, jangan diam saja ketika ditanya terlebih lagi merendahkan. justru sikap seperti itu lah yang mampu memadamkan semangat mencari ilmu pada orang lain.
dan kalaupun ketika ditanya kita tidak tahu, jangan ragu dan malu untuk mengakuinya.

Guys, bertanya itu juga merupakan salah satu cara untuk mendapatkan pengetahuan selain dengan membaca dan mendengar penjelasan. pokoknya, jangan biarkan diri kita tenggelan dalam ketidaktahuan hanya karena malu dan malas bertanya. jangan biarkan diri  kita dilingkupi rasa penasaran yang tak berujung.