maaf sobat..
akhirnya ditransfer juga tuh duit buat bantuin korban gempa (dari sekarang kudu survey tempat, beli barang2 kebutuhan,etc) setelah hampir 2 bulan menunggu. tadi baca email dari “Teh Lies” ketua yayasan annisa yang mengatakan kalo duitnya dah ada direkening Amma.
dan Teh Lies sendiri nanti akan datang ke yogya, setelah beliau ke aceh, pangandaran. setelah itu baru terbang ke UK lagi. sempet khawatir juga kalo project ini gagal, soalnya amma dah meminta bantuan ke anak-anak BEM SASTRA INGGRIS - UAD yang kebetulan gubenurnya tuh adik amma sendiri (KKN dikit :P). kalo batal kan gimana gitu ya, mereka kan dah antusias untuk ngebantuin. walaupun pada masa awal-awal gempa 27 mei 2006 yang lalu itu keluarga amma dah bekerja sama dengan BEM-nya memberikan nasi bungkus selama 3 hari berturut-turut.
duh dah kebayang dikepala, banyak banget yang harus amma kerjakan minggu-minggu ke depan. tapi pikiran itu cepet amma tepis. soalnya kan belum kejadian yaks. terus menurut buku yang amma baca *La Tahzan* kita tu gak bole mengingat terus masa lalu yang suram dan menyakitkan karena hanya akan mendatangkan kesedihan, dan tak bole mencemaskan masa depan yang belum pasti terjadi. hidup dan berbuat baiklah untuk hari ini. :).
Nb. ada yang tahu tempat pembelian zeolit serbuk dimana ya? soalnya amma dah ubek-ubek yogya sama prambanan gak ada tuh. hiks..:( amma butuh buat penelitian TA bo!! kalo ada yang tahu, kabar kabari yaks guys. thx)
Selasa, 25 July 2006
huwaa..akhirnya keluar juga jadwal seminar TA amma. huhuhu..leganyaa………….tapi musti belajar ekstra keras nih. tinggal mikir Penelitiannya yang membutuhkan waktu 3 bulan. doain Amma ya.. mau kan, mau dong, mau ya
*maksa set mode on*.
Senin, 24 July 2006
sobat, sungguh aku tak mengerti.mengapa ini terjadi.sejak perkenalan itu,hatiku tak kuasa…
dambakannya…..
rindukannya…
dan ternyata dia juga menyimpan perasaan yang sama.
tapi kita sepakat untuk tak kuasa menyakitimu dan menyakitinya. dan ijinkan daku menyimpan kebaikannya di relung hati. walau tak bisa kupungkiri ada sakit terpatri.
terkirim sebait puisi untuknya :
Jalan tak selalu panjang
jarak tak selalu anggang
walau tajam, itu pedang bisa patah.
walau buas, itu macan bisa berubah.
seumpama tawanan rusa yang menyerah pasrah
meski kasar, begitu gampang aku tertawan.
bak serigala, diam dalam tawanan cerdik-cendekiawan.
mati dalam cintamu sungguh puncak kenikmatan
betapa mengherankan, ada orang nikmati kebinasaan.








