Selamat Datang, Kemenangan!!

Posted on October 21st, 2006 in poetry by amma

Waktu tak bisa…..
Berhenti…. 
Diam Di tempat 
Menahan keindahan ramadhan 

Dan..
Ayunan pendulum terpaksa menyimpan 
Kenikmatannya untuk tahun depan 

Waktu tak bisa mengubah 
Rangkaian amal dan salah 
Segala khilaf, silap serta prasangka 

Tapi… 
Waktu mampu menghapus 
Melalui Akhirnya Ramadhan 
Fitrah kembali tercurah 
Merumpah ruah.. 

Takbir meluncur dari corong masjid 
Segala puja-puji terhampar 
Bagi keagungan sang Pencipta 
Menyambut Kemenangan Semesta

“Minal Aidzin wal Faidzin 
Mohon Maaf Lahir Batin 
Taqabballahu minna waminkun 
Siyamana wasiyamakum..

ps :i`ll be back after mudik from Brebes :)

Mudik, Sebuah Tradisi!!

Posted on October 19th, 2006 in artikel, renungan by amma

Puasa ramadhan- Idul fitri – dan proses mudik untuk merayakan lebaran adalah sebuah “ritual sakral” dan satu “rangkaian budaya” tahunan yang senantiasa ditunggu oleh semua lapisan masyarakat terutama masyarakat “urban”. Namun sejauh yang dapat saya lihat idul fitri dan ramadhan hanya dimaknai sebagai rutinitas spiritual tanpa makna, sedangkan mudik sendiri sudah menjadi ritus budaya yang sedemikian mentradisi dalam lapisan masyarakat. Walaupun mudik atau pulang kampung mempunyai korelasi waktu yang bersamaan dengan puasa ramadhan dan idul fitri yang notabene ritual Islam, namun kenyataannya mudik juga melibatkan masyarakat non muslim.

 

Mudik dijadikan jembatan untuk kangen-kangenan dengan sanak saudara di desa. Pemudik yang rata-rata berasal dari desa/kampung diajak “bernostalgia” dengan masa lalu, dengan keterikatan emosional, dengan kesederhanaan dan “romantisme” suasana alam pedesaan.

 

Mudik yang berasal dari kata “udik” dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti sungai disebelah atas (arah dekat sumber) atau (daerah) dihulu sungai. Kata itu mengandung makna positif, yaitu bagian atas sungai atau bagian kepala sungai yang dekat sumber mata air, sehingga jernih dan belum terkena polusi.

 

Namun ada makna kedua dalam KBBI, yaitu “udik” berarti desa, dusun, kampung (lawan dari kota). Sayangnya kesan yang berkembang di masyarakat cenderung ke arah konotasi negatif karena “orang udik” atau “orang dusun” sering dikaitkan dengan kebodohan dan kurang tahu sopan santun.

 

Lalu, mengapa kita harus repot-repot menjalan tradisi itu? kata sosiolog Dr. Munandar Sulaiman, banyak nilai yang terkandung dalam tradisi mudik. Misalnya, selain menjaga silaturahmi dengan kerabat di kampung halaman atau lebih jauh kita akan tetap ingat kepada asal-muasal kita.

 

Selain itu mudik juga bisa jadi momen “unjuk diri”. Ajang dimana bisa menunjukkan eksestensi dan keberhasilan seseorang selama di perantauan kepada masyarakat tempat dia berasal. Ya, makna mudik mulai mengalami pergeseran nilai dengan terkontaminasi  oleh adanya kegiatan “pamer” kekayaan. Dan tanpa disadari masyarakat “kampung” pun ikut  ternyata mulai terkontaminasi oleh budaya feudal tersebut. Mereka cenderung lebih menghargai mereka yang membawa kendaraan, harta benda yang banyak dan “mentereng” ketimbang yang tidak punya apa-apa.

 

Padahal seharusnya hikmah mudik yang terbesar dan dikedepankan, adalah momentum kembali ke fitrah dengan melakukan sungkem dan berbaik-baikan pada orang tua. Karena pertemuan dengan orang tua, kerabat, saudara, sahabat mampu menjadi motivasi/spirit yang luar biasa.

ditulis oleh Amma-

 

 

Baksos Kaskuser Yk di “Sayap Ibu”

Posted on October 18th, 2006 in stories by amma

Minggu tanggal 15 Oktober 2006, komunitas kaskus regonal yogya melaksanakan Baksos ke panti asuhan “sayap ibu”, membagikan makanan untuk buka puasa bagi anak jalanan dan gelandangan serta buka bersama anak anak komunitas sendiri “depan BNI JAKAL”.

saya akan sedikit bercerita mengenai panti asuhan sayap ibu.

Yayasan Sayap Ibu, yang sekarang berkantor di Jl. rajawali 3, pringwulung, condongcatur, depok,sleman didirikan oleh Ny. Sutomo, Ny. Sukardi dan Ny. G.Sunaryo pada tahun 1955 sebagai jawaban atas pedulinya terhadap nasib-nasib bayi yang dilahirkan diluar nikah, atau akibat posisi social dan ekonomi calon ibu yang kurang menguntungkan, sehingga tidak sedikit diantara bayi-bayi itu yang menjadi korban pengguguran oleh orangtuanya sendiri.

Yasayan Sayap Ibu yang akan saya singkan dengan YSI didirikan dengan harapan bahwa kepedulian masyarakat dapat memberi kehangatan bagi anak-anak yang malang itu seperti halnya asyap induk ayam yang selalu mencerminkan kehangatan dan perlindungan apabila ada bahaya. Malang karena mereka kehilangan kasih sayang dan sirnanya kesempatan untuk tumbuh dan berkembang secara wajar, sebagaimana layaknya anak-anak yang memang seharusnya memperoleh hak tersebut.

pertama kali YSI berhasil mendirikan sebuah Panti di Jl. Barito, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. namun, kepedulian masyarakat ternyata masih rendah. sulitnya mendapatkan dana menyebabkan perkembangan Yasayan terhambat, sehingga nyaris saja dibubarkan.
pada tahun 1961, terbentuklah kepengurusan yang baru dan dibantu oleh relawan yang menyediak diri untuk mengabdi secara insidentil. dan sejak tanggal 30 September 1968, YSI merubah akte notaris dan memperbarui kepengurusannya dibawah pimpinan Ny. J.S Nasution dan Ny. Ciptaningsih utaryo.
dan pada tahun 1978 YSI mendirikan dua cabang :
1. Cabang daerah Khusus Ibu Kota Jakarta raya
2. Cabang Propinsi DI Yogyakarta
dan pada tahun 2004 YSI Pusat pindah ke propinsi DIY. kemudian tahun 2005 YSI mendirikan cabang di Propinsi Banten. YSI berharap dengan adanya 3 cabang semakin mampu meningkatkan pelayanan.

YSI Cabang Yogyakarta sendiri pada mulanya tas bantuan KRT Sindhudiningrat, kantor dan panti perawatan anak beralamat di Jl. Tambakbayan, Jl. Adi Sucipti Km. 7, Yogyakarta.
namun, pada tahun 1981 atas bantuan USC Canada dan sumbangan masyarakat dibangun panti perawatan (Panti 1) di pringwulung, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta di atas tanah seluas 2.500 m2.
YSI cabang propinsi DIP mendapat pengukuhan Menteri Sosial RI pada tanggal 24 Mei 1989.

DSC03049.jpgCapture_881.jpgDSC030631.jpg

DSC030721.jpgDSC03071.jpgDSC03083.jpg

DSC03084.jpg DSC03086.jpgHPIM2824.jpg

HPIM2835.jpgP1010179.jpgP1010191.jpg

P1010193.jpgP1010200.jpgP1010207.jpg

another pic, u can see at siamma.multiply.com

 

Buka Puasa Di Open Kitchen

Posted on October 17th, 2006 in stories by amma

huwaw..kemarin tanggal 16 oktober 2006, buka puasa nya rada keren sedikit. di cafe bow..tepatnya di open kitchen. sebenarnya saya sudah memutuskan 4 lokasi yang bisa dijadikan buka puasa bersama seorang teman. yaitu, resto joglo, ayam bakar ninit, tamansari cafe dan open kitchen. karena tugas saya cuma memilihkan tempat dan keputusan ada pada teman saya tersebut, maka saat dia memilih open kitchen saya mengiyakan. sebelum sampai ke cafe tersebut, kita mampir dulu ke angkringan di daerah UNY (univ. negeri yogyakarta) sekedar membatalkan puasa. setelah itu sholat maghrib di daerah gejayan. baru kita ke Open Kitchen. Open Kitchen sendiri merupaka tempat yang asik menurut amma. tenang, nyaman n ada hot spot nya. gratis pula kalo mo akses disana..hmm bikin betah..buktinya selama 2 jam 1/2 gak terasa berlalu.
nah ini nih poto-poto nya..kalo jelek maaf..lagi belajar :D

oh iya, hampir lupa. kalo kesana terus mau bayar, pasti akan ditanya anda punya kartu XL atau pengguna kartu Xl? soalnya nanti dapat diskon 10%. dan kalau anda member kaskus, bilang aja. kata temen sie nanti dapet diskon juga. tadi saya hanya nunjukkin kartu XL yang saya pakai dan lupa bilang kalau saya juga member kaskus regional Yogya..
di angkringanIMG_01271.JPGIMG_0134.JPG

HPIM2780.jpgOK10.jpgOK1.jpg

wanna see another pic, just visit siamma Multiply
u will see all the pictures there`s,bro n sis :)..

Ada Apa dengan Blog Amma??

Posted on October 15th, 2006 in stories by amma

ada apa dengan blog Amma? kayaknya itu judul yang pas untuk moment sekarang. dimana blog Amma jad acakadut begini. secara Amma ndak pernah utak atik, tiba-tiba saja seperti sekarang keadaannya.

bete pasti!!!, ngebikin males posting jelas!!

udah lagi gak punya ide buat ditulis eh mengalami hal yang beginian..ugh..ugh..ugh..

Ps : ada yang bisa bantu?? tolonglah kawanmu ini :D…