DiamKu
tidak pantas rasanya mendiamkan seseorang.seseorang yang sudah saya anggap sahabat, bahkan mungkin dengan kebaikan hati, perhatiannya bisa saya anggap lebih. tapi itulah yang saya lakukan sekarang. atas apa yang sudah dia lakukan, walaupun diam tidaklah cukup sebagai balasan.
tamparan, cacian, makian dan sumpah serapah harusnya aku lontarkan. meskipun sepanjang perjalanan dia menginginkan aku melakukannya. tapi tidak, aku lebih memilih diam.
diam!! memang tidak akan menjadikan masalah selesai. tapi untuk bicara pun aku jengah.
diamku adalah marah besar.
aneh memang, kedekatan yang harus berakhir seperti ini akibat tidak bisa menahan nafsu dan dorongan untuk memiliki. amat sangat disayangkan..!!!
akh..hidup… ternyata benar adanya..iblis ada disetiap kesempatan…
diamku adalah marah. yang mampu terkikis oleh waktu..dan kembali seperti dulu..










