Aku Sehat, Jiwaku Kuat, Siap Menjadi Pemimpin

Posted on July 25th, 2007 in artikel by amma

“Anak adalah dambaan Keluarga, tanpa kehadiran anak keluarga terasa hampa. Anak bisa menjadi berkah, tapi juga musibah. Mengasuh Anak bukanlah pekerjaan mudah. Benar dalam mengasuh, bisa memuliakan, salah mengasuh anak, bisa jadi batu sandungan bahkan menodai kehormatan”

Anak merupakan oase kebahagiaan bagi kelurga. Kehadirannya ibarat air ditengah panasnya gurun. “Kepala menjadi kaki, kaki menjadi kepala” demikian gambaran dari optimalisasi kemampuan yang dicurahkan oleh para orang tua untuk kebahagiaannya. Kasih saying yang ditumpahkan orang tua tidak terbatas. Apa yang orang tua peroleh semuanya untuk anak. Bahkan saking sayangnya pada anak, tak jarang orang tua dalam mengaplikasikan rasa mencintai dan mengasihi hanya mengedepankan aspek emosi tanpa mempertimbangkan rasional. Apa yang menjadi keinginan anak serta merta direalisasikan tanpa mempertimbangkan akibat dari apa yang diminta oleh si anak

Selama ini, orang tua menganggap bahwa dengan memenuhi semua kebutuhan anak maka hak-hak anak telah terpenuhi. Mereka tidak menyadari telah melakukan pelanggaran hak anak. Sebetulnya, keinginan anak adalah kebutuhan anak yang ingin dipenuhi atau dicukupi, seperti kebutuhan makan, bermain dan kasih saying. Tidak ada seorang anakpun yang tidak ingin dekat dengan orang tuanya karena anak menganggap orang tua adalah idolanya, hanya saja orang tua sering tidak mengerti. Sejak dini pengasuhan diserahkan pada orang lain (baby sitter).

Anak adalah anak, bukan orang dewasa dalam ukuran kecil. Ia tengah berada dalam proses pertumbuhan baik fisik maupun mental. Anak akan berkembang sesuai dengan pengalaman hidupnya. Ia akan tumbuh menuju kemandiriannya. Ia juga harus berproses untuk menemukan jati dirinya.

Anak adalah masa depan, oleh karena itu hak-hak anak harus dilindungi dan diperjuangkan. Sesuai dengan Konvensi Hak Anak (KHA) ada empat hak dasar anak.

Musium Ulen Sentalu

Posted on July 4th, 2007 in berita, dolan by amma

Yogyakarta dikenal sebagai pusat kebudayaan yang kaya akan warisan budaya. salah satu diantaranya adalah musium Ulen sentalu. Ulen sentalu adalah musium seni budaya jawa yang terletak di kawasan wisata kaliurang. Tetapi, walaupun Letaknya yang ”agak dalam” dan dari luar tampak menyeramkan namun saat masuk dan menjelajahi tiap bagian musium ini akan terasa sekali atmosfer kehidupan tempo dulu dan aura perempuan yang sangat kental.
Ulen sentalu sendiri merupakan akronim dari ”ulating blencong sejatine tataraning lumaku” yang kalau difilosofiskan yaitu hidup manusia itu bagai nyala api meliuk-liuk tidak tetap alias tidak ajeg untuk itulah harus berhati-hati dalam meniti kehidupan.
Musium ini menceritakan kerajaan Yogya – Solo terutama kehidupan para putri dan batik. Ada 7 Ruangan didalamnya, dimana masing-masing ruangan didesain secara eksotis dan yang pasti kita akan menemui banyak hal yang menarik.
Ruangan pertama berisi lukisan dan foto-foto, ada foto Bu Hartini yang merupakan istri ke-4 dari Bung Karno yang sangat menyukai batik, para putri keraton, sri sultan hamengkubuwono IX, Bray Partini Djayadiningrat, nenek Dimas jay yang merupakan tokoh penulis terkenal pada masa itu. Salah satu karyanya yang sangat fenomenal adalah ande-ande lumut, lukisan gadis dari rakyat biasa dengan memakai batik khusus orang kebanyakan yang pada masa tersebut dikenal dengan sebutan ”dhenok” yang bergaya bak foto model, lukisan Ratu mas dengan suaminya Paku Buwono X yang pada masa itu merupakan raja yang paling kaya dan paling royal. Selain itu ditampilkan juga lukisan-lukisan yang termasuk kategori pornografi. Pada masa itu yang dinamakan pornografi adalah ketika seorang perempuan memperlihatkan betis.