Dunia tanpa suara

Posted on February 26th, 2009 in corat-coret, renungan, stories by amma

dunia tanpa suara. kadang saya begitu menginginkan hal tersebut. tidak ada musik, tidak ada celotehan tak berarti. karena sejatinya saya membenci suara-suara sumbang yang tidak diperlukan. berapa banyak dalam sehari, saya harus mendengarkan pembicaraan orang yang tidak penting dan hanya pemanis bibir. karena itulah, kadang saya begitu menikmati kediaman. ada dimana satu atau dua hari dalam seminggu, saya mendiamkan orang-orang yang ada disekeliling saya. saya menjadi tak peduli apa yang dikerjakan, dipikirkan mereka. bagi saya, mereka tidak eksis untuk beberapa waktu.

bayangan dunia tanpa suara memenuhi rongga sel kelabu saya sore kali ini, sekarang ini dan waktu ini. namun, dunia terasa membosankan, kehidupan menjadi statis, dan bahkan tanpa bunyi atau suara, saya merasa terancam. tidak ada alarm waktu bangun tidur, makan, bercinta dan bahkan sekedar mendeteksi adanya bahaya juga rasa aman. suara…adalah salah satu elemen pelengkap hidup.

Black Magic Woman

Posted on February 2nd, 2009 in artikel, corat-coret, renungan, stories by amma

kekuatan. bagaimanapun perempuan memiliki kekuatan lebih untuk menguasai dan membuat laki-laki bertekuk lutut. hanya saja, sedikit sekali perempuan yang menyadari kekuatan ini.bahkan banyak perempuan yang menjadi rapuh karena diri mereka sendiri, menjadi lembek karena ketidakpercayaan terhadap suami atau pasangannya.

seorang perempuan yang telah menikah, biasanya cenderung mencemburui teman perempuan sang suami. menuduh suami mempunyai “affair” dengan teman tersebut. padahal, diantara mereka hanya terjalin hubungan yang tidak lebih dari sekedar persahabatan dan pertemanan. inilah kesalahan perempuan yang fatal. karena akibatnya, kehidupan rumah tangga yang tadinya adem ayem menjadi ramai oleh persoalan yang dia buat sendiri.

begitupun jika perempuan menyandang status janda (entah karena di tinggal mati sang suami atau karena bercerai). justru pihak perempuanlah yang paling rese dan langsung memandang negatif status baru tersebut. di Indonesia, status janda cenderung mempunyai stigma negatif, sebelah mata, dianggap hina dan parahnya sang janda dianggap sebagai penggoda suami. lalu, salah siapa memangnya menjadi janda? toh tak ada seorang perempuan pun yang menginginkan menjadi seorang “JANDA”.

seharusnya sebagai perempuan, kita mampu memandang persoalan tersebut dengan jernih.bahkan, memunculkan kekuatan yang selama ini tidak pernah ditampakkan. tak perlu mencumburui suami yang berteman dengan banyak perempuan yang mungkin lebih cantik,lebih seksi, lebih bahenol, lebih genit secara berlebihan. karena hanya akan menimbulkan pertengkaran.