Yogyakarta Gamelan Festival 2009
“Dang..dang..tuk..dang!..dang!..dang!..tuk”
itulah salah satu gambaran yang terjadi pada acara Yogyakarta Gamelan Festival 2009 semalam (17 Juli 09). Penampilan yang amat sangat luar biasa dari para pengisi acara pada event tersebut. harmoni yang sangat enak di nikmati oleh semua orang terutama saya. alunan musik yang membius semua penonton untuk menggoyangkan tangan, kaki dan kepala. seakan resonansi dari musik tersebut merasuk ke dalam sukma para pendengarnya.
“alunan gamelan ini tidak diperbolehkan di perdengarkan atau di tampilkan di dalam Keraton. kamu tahu sebabnya?” demikian pertanyaan orang yang ada di sebelah saya semalam.
“karena menyalahi pakem. musik ini sudah mengalami perpaduan dan percampuran dengan musik lain. benar mas?” jawab saya sok tahu. dan dia pun membenarkan.
“gamelan klasik tidak seperti ini. musik klasik gamelan itu nadanya lemah gemulai. kalau sekarang, menghentak hentak, kadang pelan, kadang cepat” ujarnya lebih lanjut.
dan saya pun sebagai orang awam yang hanya penikmat musik cuma bisa ber Oh..Oh..gitu.
belum lagi penampilan dari Tolitoli, Sulawesi Tengah yang memukau. menampilkan kebiasaan dari suku yang ada di Tolitoli, dari mulai upacara selamatan para nelayan, saling berbalas pantun yang bisa dipergunakan sebagai ajang mencari perjodohan, dan lain sebagainya.
sayangnya, kenapa malah banyak orang Luar yang mempelajari gamelan dibanding kita sendiri. hal ini terlihat dari banyaknya penampilan yang dilakukan oleh orang dari negara lain.









