berpikirlah secara pygmalion…itu yang kerap kali saya katakan dan terapkan ke “seorang kawan” disaat smsnya tak terbalas, telponnya terabaikan dan berminggu-minggu saya diamkan….dan kalimat yang sama pula seringkali dia balikkan ke saya, saat saya marah-marah tak jelas…saat saya mogok bicara..saat pikiran-pikiran negatif mendominasi otak dan hati..dan jujur, saya kerap kali malu sendiri…bagaimana mungkin saya yang selalu mengharapkan dia berpikir “pygmalion” malahan berbalik..
untungnya, kami mengerti bahwa sebagai manusia memang harus saling mengingatkan..bahwa kami tak selamanya berjalan di jalan yang lurus..bahwa kami seringkali alpa…
berpikir secara pygmalion..adalah berpikir positif..memang berat..dan tidak mudah seringan kita mengucapkannya sekarang..butuh proses..seperti sekarang..saat sms tak berbalas..telpon tak diangkat..dan ya…sebisa mungkin tak ada praduga yang negatif…
sedikit coretan tentang “pygmalion”
Pygmalion adalah seorang pemuda yang berbakat seni memahat. Ia sungguh piawai
dalam memahat patung. Karya ukiran tangannya sungguh bagus. Tetapi bukan
kecakapannya itu menjadikan ia dikenal dan isenangi teman dan tetangganya.
Pygmalion dikenal sebagai orang yang suka berpikiran positif. Ia memandang
segala sesuatu dari sudut yang baik.
* Apabila lapangan di tengah kota becek, orang-orang mengomel.
Tetapi Pygmalion berkata, “Untunglah, lapangan yang lain tidak sebecek ini.”
* Ketika ada seorang pembeli patung ngotot menawar-nawar harga, kawan-kawan
Pygmalion berbisik, “Kikir betul orang itu.”
Tetapi Pygmalion berkata, “Mungkin orang itu perlu mengeluarkan uang untuk
urusan lain yang lebih perlu”.
* Ketika anak-anak mencuri apel dikebunnya, Pygmalion tidak mengumpat. Ia malah
merasa iba, “Kasihan, anak-anak itu kurang mendapat pendidikan dan makanan yang
cukup di rumahnya.”
Itulah pola pandang Pygmalion. Ia tidak melihat suatu keadaan dari segi buruk,
melainkan justru dari segi baik. Ia tidak pernah berpikir buruk tentang orang
lain; sebaliknya, ia mencoba membayangkan hal-hal baik dibalik perbuatan buruk
orang lain.
Pada suatu hari Pygmalion mengukir sebuah patung wanita dari kayu yang sangat
halus. Patung itu berukuran manusia sungguhan. Ketika sudah rampung, patung itu
tampak seperti manusia betul. Wajah patung itu tersenyum manis menawan,
tubuhnya elok menarik.
Kawan-kawan Pygmalion berkata, “Ah,sebagus-bagusnya patung, itu cuma patung,
bukan isterimu.”
Tetapi Pygmalion memperlakukan patung itu sebagai manusia betul. Berkali-kali
patung itu ditatapnya dan dielusnya.
Para dewa yang ada di Gunung Olympus memperhatikan dan menghargai sikap
Pygmalion, lalu mereka memutuskan untuk memberi anugerah kepada Pygmalion,
yaitu mengubah patung itu menjadi manusia betul.. Begitulah, Pygmalion hidup
berbahagia dengan isterinya itu yang konon adalah wanita tercantik di seluruh
negeri Yunani.
Nama Pygmalion dikenang hingga kini untuk mengambarkan dampak pola berpikir
yang positif. Kalau kita berpikir positif tentang suatu keadaan atau seseorang,
seringkali hasilnya betul-betul menjadi positif.