Kekuatan Tutur Kata
Pada suatu hari seorang teman bertutur, disebuah stasiun kereta api tanpa sengaja bertemu dengan seorang penjual asongan yang kehilangan tangan sebelahnya sedang menjajakan dagangannya karena hatinya iba dan ingin menolong. Dikeluarkan uang selembar sepuluh ribuan lalu diberikanlah uang itu padanya.
Sejenak berpikir di dalam benaknya ia merasa bersalah, segera kembali penjual asongan dan mengatakan kepadanya, ‘Maaf bapak, saya tidak bermaksud merendahkan bapak. saya tahu, bapak adalah seorang pengusaha.’ Lalu mengambil sebuah pulpen kemudian meninggalkan penjual asongan.
Setahun kemudian teman itu melintasi stasiun kereta api yang sama. Terdengar suara seseorang menyapa dirinya. ‘Apa kabar Mas?’ sapa seorang pemilik toko di stasiun kereta api. ‘Saya sudah lama menunggu anda di toko ini.’ kata pemilik toko. “Barangkali anda lupa, saya adalah penjual asongan yang waktu itu menyebut saya sebagai pengusaha sehingga saya termotivasi kata-kata anda sehingga saya bekerja keras untuk memiliki sebuah toko,’ katanya dengan bangga menunjukkan tokonya.
Teman itu menceritakan betapa terharunya dirinya karena ia tidak mengira penjual asongan yang dia jumpai setahun yang lalu kini telah memiliki sebuah toko yang cukup besar distasiun kereta api.
Pesan dari kisah ini menunjukkan bahwa Tutur kata yang kita ucapkan memiliki sebuah kekuatan. Ucapan kita mampu memberikan motivasi seperti yang terjadi pada penjual asongan namun juga sebaiknya bila bertemu dengan orang yang tidak tepat malah menjerumuskan kita kepada kehancuran. Nabi mengajarkan kita agar senantiasa berkumpul dengan orang-orang sholeh, yaitu orang yang mampu menularkan kebahagiaan, kesehatan dan kedamaian dalam hidup kita.
PS : mari budayakan berkata yang baik….:)










on June 20th, 2010 at 7:42 pm
pedagang asongan adalah pengusaha….hmmm…menarik…
on June 30th, 2010 at 9:08 pm
tutu kata tu bisa menghasnyutkan seseorang,..
on July 14th, 2010 at 9:41 pm
oke lah kalaw begitoooo