Segala tentang RASA
teriknya siang, tak secadas obrolan “panas” dua hari ini. keputusan yang tidak pernah sekalipun berubah. aku dengan mauku, kau dengan inginmu..saling bersikeras tanpa ada yang mau pergi…saling bertentangan namun segalanya menjadi bersinergi.
“i miss u like crazy” katamu sembari memainkan mata penuh canda
dan aku membencimu karena tak tahu cara untuk berhenti menumpas rasa ini….jawab ku getas..
dan yakinlah, saat bertemu, obrolan kita tak akan jauh dari rasa…dan sudah pasti kegelisahan menyeruak kembali hadir…jeda akan ada diantara riuh canda…dan seperti biasa, gelisahku akan menjadi resahmu…resahmu pun akan menstimulus gelisahku…
kau, aku selalu mampu berpura-pura bahwa semua berjalan normal diluar lingkaran KITA. dan KITA, dengan sadar akan dianggap ABSURD oleh mereka. tapi KITA seringkali tak peduli, selalu berdalih bahwa apa yang kita punya lebih MURNI dibanding penilaian picik mereka.
tidak untuk kali ini, maaf, aku akan peduli dengan keTIDAKNORMALan ini…
aku peduli dengan KEPICIKAN mereka….
terlebih aku peduli pada kebahagiaanku…









