Identitas Diri – KTP (dari Masa ke masa)

Posted on October 16th, 2010 in artikel,berita,corat-coret by amma

Selain menarik dan unik, barang-barang dari jaman dulu selalu saja membuat kita yang hidup di jaman sekarang yang serba modern penasaran dan takjub (setidaknya ini menurut saya loh ya). Banyak aneka rupa barang dimasa kini yang berbeda dengan jaman dulu bentuknya. Seperti yang akan saya tulis sekarang. Munculnya tulisan ini hanya dikarenakan saya baru saja mengeluarkan KTP untuk melengkapi data diri pada sebuah situs BUMN.

Ktp atau kartu tanda penduduk adalah identitas resmi penduduk sebagai bukti diri yang telah diterbitkan oleh Instansi Pelaksana yang berlaku diseluruh wilayah Indonesia. Kartu ini baru boleh didapat bagi warga yang sudah berumur 17 tahun atau sudah pernah kawin dan kartu ini wajib dimiliki oleh warga negara Indonesia dan Warga negara Asing (WNA) yang memiliki izin tetap tinggal (ITAP). KTP bagi WNI berlaku selama lima tahun dan tanggal berakhirnya disesuaikan dengan tanggal dan bulan kelahiran yang bersangkutan. KTP bagi WNA berlaku sesuai dengan masa izin tinggal tetap. Khusu warga yang telah berusia 60 tahun ke atas, akan mendapat KTP seumur hidup yang tidak perlu diperpanjang setiap lima tahun sekali.

KTP berisi informasi mengenai sang pemilik kartu, seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK), Nama lengkap, tempat tanggal lahir, Jenis kelamin, Agama, Status Perkawinan, Golongan Darah, Alamat, Pekerjaan, Kewarganegaraan, Foto, Masa berlaku, Tempat dan tanggal dikeluarkan KTP, Tanda tangan pemegang KTP, serta nama dan nomor induk pegawai pejabat yang menandatanganinya.

Hal-hal diatas adalah yang tertera dalam KTP bentuk sekarang atau zaman sekarang. lalu kalau KTP jaman dulu alias jaman waktu di jajah belanda dan jepang?

KTP zaman dulu juga ada tanda tangan dan fotonya, hanya saja keterangannya tidak lengkap seperti sekarang. Dari sisi kertas dan bentuk juga mengalami perubahan. zaman dulu lebar atau panjang ada covernya yang sepintas malah mirip paspor atau akte kelahiran, sedang jaman sekarang bentuknya lebih kecil.

Seperti Kartu Tanda Penduduk di Jaman Belanda (Nederlandsh Indie). Verklaring van Ingezetenshap, voor personen in Nederlandsgh Indie geboren, atau artinya, Kartu Tanda Penduduk untuk orang yang lahir di Hindia Belanda. Kartu ini diterbitkan di Batavia (sekarang lebih dikenal dengan Jakarta), pada 14 April 1921. Dokumen ini dicetak diatas kertas zegel jenis emboss, dengan nilai 1 1/2 Gulden (Een Gulden en Vijftig cent), dengan ukuran 15 cm x 10 cm, yang sekarang merupakan sebuah dokumen sipil kuno yang cukup langka. penasaran?
cover depan

tampak dalam
Photobucket

Kekuatan Tutur Kata

Posted on June 20th, 2010 in artikel,renungan by amma

Pada suatu hari seorang teman bertutur, disebuah stasiun kereta api tanpa sengaja bertemu dengan seorang penjual asongan yang kehilangan tangan sebelahnya sedang menjajakan dagangannya karena hatinya iba dan ingin menolong. Dikeluarkan uang selembar sepuluh ribuan lalu diberikanlah uang itu padanya.

Sejenak berpikir di dalam benaknya ia merasa bersalah, segera kembali penjual asongan dan mengatakan kepadanya, ‘Maaf bapak, saya tidak bermaksud merendahkan bapak. saya tahu, bapak adalah seorang pengusaha.’ Lalu mengambil sebuah pulpen kemudian meninggalkan penjual asongan.

Setahun kemudian teman itu melintasi stasiun kereta api yang sama. Terdengar suara seseorang menyapa dirinya. ‘Apa kabar Mas?’ sapa seorang pemilik toko di stasiun kereta api. ‘Saya sudah lama menunggu anda di toko ini.’ kata pemilik toko. “Barangkali anda lupa, saya adalah penjual asongan yang waktu itu menyebut saya sebagai pengusaha sehingga saya termotivasi kata-kata anda sehingga saya bekerja keras untuk memiliki sebuah toko,’ katanya dengan bangga menunjukkan tokonya.

Teman itu menceritakan betapa terharunya dirinya karena ia tidak mengira penjual asongan yang dia jumpai setahun yang lalu kini telah memiliki sebuah toko yang cukup besar distasiun kereta api.

Pesan dari kisah ini menunjukkan bahwa Tutur kata yang kita ucapkan memiliki sebuah kekuatan. Ucapan kita mampu memberikan motivasi seperti yang terjadi pada penjual asongan namun juga sebaiknya bila bertemu dengan orang yang tidak tepat malah menjerumuskan kita kepada kehancuran. Nabi mengajarkan kita agar senantiasa berkumpul dengan orang-orang sholeh, yaitu orang yang mampu menularkan kebahagiaan, kesehatan dan kedamaian dalam hidup kita.

PS : mari budayakan berkata yang baik….:)

FRAU

Posted on May 11th, 2010 in artikel,berita,dolan,stories by amma

mungkin tak banyak yang tahu cewek bersuara bening dengan permainan pianonya yang menenangkan dan melenakan ini. begitupun saya..mengetahui FRAU dengan tidak sengaja.
yah, akhir April 2010 kemarin saya bersama seorang kawan yang baik hati awalnya berencana menghabiskan malam dengan menyaksikan suasana kota Yogyakarta dari atas “Bukit Bintang”. namun apalah daya, rencana tinggalah rencana saat tugas “meliput” memanggil semua rencana itupun buyar.
lalu meluncurlah kami ke Jogja Musium Nasional, memecah angin malam yang membawa aura dingin, melawan angin bulan April yang lumayan menusuk tulang..
sesampai di TKP rupanya sudah banyak orang yang mengantri membeli tiket masuk. Launching dan Promo album Tika & The Dissident ternyata mampu menarik anak muda yogya untuk menikmatinya dan melihat performance dari dekat.

dan dengan hanya menunjukkan “id ajaib” kami berdua pun akhirnya melenggang masuk dengan mudah. awalnya, saya berniat hanya sebentar di TKP. saya pikir pastilah acara ini sama seperti acara musik lainnya..jadi cukuplah foto-foto, mewancarai ketua penyelenggara dan kami masih bisa naik ke “bukit bintang”.

nyatanya….FRAU (sebagai penampilan pembuka) membuat saya tetap diam di tempat..saya terpukau dengan suara beningnya..permainan pianonya..lirik-lirik lagunya..dan yah, FRAU membuat semua yang ada di Jogja Musium Nasional terdiam menikmati harmoni musik dari tuts-tuts piano yang dia mainkan..

dengarkan saja lagu Mesin Penenun Hujan, Sepasang kekasih yang pertama bercinta di luar angkasa, Glow..dan lagu-lagu lainnya..FRAU memainkan imajinasi kita dengan lirik lagunya..so amazing..

PS. buat yang sudah mendownloadkan semua lagu FRAU untukku..danke (terima kasih)!!!

Grebeg Sekaten Tahun Dal

Posted on February 28th, 2010 in artikel,berita,corat-coret,dolan,stories by amma

Sekaten merupakan upacara pendahuluan dari peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Selain untuk memperingati hari kelahiran Muhammad SAW, sekaten juga digunakan oleh Raja/Sultan untuk berkomunikasi dengan rakyatnya dan untuk mensyukuri berkah kepada Tuhan. oleh karena itu sekaten juga bisa disebut dengan Pesta Rakyat.

Perayaan grebeg sekaten tahun ini lain daripada tahun sebelumnya, lebih meriah dan lebih besar. hal ini dikarenakan grebeg sekaten bertepatan dengan tahun Dal. Tahun Dal tiba setiap 8 tahun sekali.

Perbedaan grebeg maulud tahun sebelumnya dengan tahun dal yaitu terletak pada dua gunungan yang dikeluarkan, yaitu gunungan bromo serta pawuhan yang berupa aneka buah-buahan. sedangkan tahun yang bukan tahun dal pada akhir prosesi akan muncul 5 gunungan (2 Gunungan lanang,wadhon, Gepak dan Dharat).

Pada gunungan bromo terdapat semacam anglo yang mengeluarkan asap, yang konon katanya menggambarkan kobaran semangat dan pengabdian pada masyarakat yang pantang menyerah. dan gunungan ini dibagikan khusus untuk para sanak keluarga, abdi dalem dan bupati.

Namun sebelumnya gunungan lanang dibawa ke daerah pakualaman dengan iringan pengawal gajah dan pasukan lain untuk diperebutkan masyarakat di alun alun Pakualaman. sisa gunungan yang lain akan dibawa ke masjid gedhe sebagai persembahan untuk rakyat yogyakarta. Ada mitos yang mengatakan bahwa ketika mendapatkan gunungan tersebut keberkahan akan datang ke diri kita. makanya orang-orang yang melalap berkah sampai rela mengais-ngais sisa dari gunungan yang tidak terambil.

Kl!k 18 dan Gelar Karya Tunas Kamera

Posted on February 27th, 2010 in artikel,berita,dolan,stories by amma

Kl!k 18 adalah sebuah komunitas fotografi yang berdiri sejak 18 desember 05 di bawah naungan prodi komunikasi UII yogyakarta.

Nama kl!k 18 merupakan singkatan dari komunitas lensa ilmu komunikasi. 18 diambil dari tanggal terbentuk. Kl!k 18 bukan komunitas fotografi yang mengharuskan anggotanya memiliki sebuah kamera SLR, bahkan yang tidak punya kamera pun diperbolehkan bergabung. Yang diutamakan adalah minat,semangat, motivasi dan ketekunan dalam memahami ilmu fotografi. Dalam komunitas ini juga bisa sharing dan bagi ilmu antar sesama anggota, hunting bareng juga mengadakan workshop. Tidak ada batasan, yang ada adalah kebersamaan.

Event gelar karya “Tunas Kamera kl!k 18” di Karta Pustaka tanggal 19 – 25 februari 2009 merupakan salah satu agenda tahunan yang diselenggarakan. Tujuannya untuk mengapresiasi hasil dari anggota baru agar berani dan merasa tertantang. Selain itu dipajang juga beberapa lukisan. Acara gelar karya ini diisi juga diskusi dengan komunitas fotografi lainnya.

Kegiatan kl!k 18 yang lain yaitu pernah mengikuti pameran dengan FOTKOM Yogyakarta di malang. Kamera bukanlah jawaban dari bagaimana kita menjadi seorang fotografi handal, namun yang sesungguhnya adalah siapa yang ada dibalik kamera tersebut yang membawa dan menekan tombol “shutter” lalu mengambil gambar yang sudah diperhitungkan sebelumnya.

Ps ; tulisan ini untuk bulletin Cekidot edisi ke-3