FRAU

Posted on May 11th, 2010 in artikel, berita, dolan, stories by amma

mungkin tak banyak yang tahu cewek bersuara bening dengan permainan pianonya yang menenangkan dan melenakan ini. begitupun saya..mengetahui FRAU dengan tidak sengaja.
yah, akhir April 2010 kemarin saya bersama seorang kawan yang baik hati awalnya berencana menghabiskan malam dengan menyaksikan suasana kota Yogyakarta dari atas “Bukit Bintang”. namun apalah daya, rencana tinggalah rencana saat tugas “meliput” memanggil semua rencana itupun buyar.
lalu meluncurlah kami ke Jogja Musium Nasional, memecah angin malam yang membawa aura dingin, melawan angin bulan April yang lumayan menusuk tulang..
sesampai di TKP rupanya sudah banyak orang yang mengantri membeli tiket masuk. Launching dan Promo album Tika & The Dissident ternyata mampu menarik anak muda yogya untuk menikmatinya dan melihat performance dari dekat.

dan dengan hanya menunjukkan “id ajaib” kami berdua pun akhirnya melenggang masuk dengan mudah. awalnya, saya berniat hanya sebentar di TKP. saya pikir pastilah acara ini sama seperti acara musik lainnya..jadi cukuplah foto-foto, mewancarai ketua penyelenggara dan kami masih bisa naik ke “bukit bintang”.

nyatanya….FRAU (sebagai penampilan pembuka) membuat saya tetap diam di tempat..saya terpukau dengan suara beningnya..permainan pianonya..lirik-lirik lagunya..dan yah, FRAU membuat semua yang ada di Jogja Musium Nasional terdiam menikmati harmoni musik dari tuts-tuts piano yang dia mainkan..

dengarkan saja lagu Mesin Penenun Hujan, Sepasang kekasih yang pertama bercinta di luar angkasa, Glow..dan lagu-lagu lainnya..FRAU memainkan imajinasi kita dengan lirik lagunya..so amazing..

PS. buat yang sudah mendownloadkan semua lagu FRAU untukku..danke (terima kasih)!!!

Beny dan Mice Expo : Potret Indonesia dari Dalam

Posted on April 12th, 2010 in berita, corat-coret, dolan by amma

Pameran bertajuk “Benny & Mice Expo” yang diselenggarakan di venue Bentara Budaya Yogyakarta (6 – 15 April 2010) adalah pameran terbesar sepanjang karir dari kedua kartunis Benny Rachmadi (Benny) dan Muhammad Misrad (Mice). Asal tahu aja guys, pameran ini berlangsung juga di Bentara Budaya Jakarta, Solo, Bali dan gedung CCCL Surabaya.

Ndak tahu, Benny & Mice? Beuh..kemana aja guys selama ini? Benny & Mice itu Salah satu serial strip komik yang lagi ngetrend dan popular saat ini yang terbit setiap Minggu di harian Kompas. Dan kedua tokoh tersebut dihasilkan oleh dua orang. Keren kan?

Ndak kebayang deh repotnya menyatukan ide, gagasan dan cerita sehingga muncul karya yang oks banget. Tapi nyatanya mereka bisa loh. salut!!!

Konyol, jitu dan jenaka namun mengena itu yang tampak dari tokoh Benny & Mice. Pada awalnya nih strip komik ini banyak mengambil latar keadaan kota Jakarta, namun pada perkembangan selanjutnya melakukan kritik sosial kepada penduduk Jakarta dan Indonesia dari semua kalangan.

Benny yang berambut keriting dan Mice yang berambut lurus berkacamata, sesungguhnya adalah gambaran dari dua pengarangnya sendiri. Benny & Mice bercerita mengenai dua lelaki berumur 30an yang mencoba bertahan hidup di kota Jakarta. Dua sahabat yang termarginalkan secara structural dan perpaduan dua karakter yang menyatu : polos, jujur, jahil, kampungan dan konyol. Yang jelas sieh, kedua tokoh ini merupakan perwakilan dari jutaan rakyat yang terjebak dalam kemiskinan kota besar seperti Jakarta.

Selain pameran juga ada workshop Penerbitan Buku Populer “Hidup Hirau Hijau” dan workshop Komik Strip. Semuanya gratiiisssss…..dijamin nyesel deh kalo ndak dateng!!!

Penasaran dengan tokoh Benny & Mice? Wuigh jangan khawatiir..ada bukunya juga..cek aja ke Toko Buku…:p

Grebeg Sekaten Tahun Dal

Posted on February 28th, 2010 in artikel, berita, corat-coret, dolan, stories by amma

Sekaten merupakan upacara pendahuluan dari peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Selain untuk memperingati hari kelahiran Muhammad SAW, sekaten juga digunakan oleh Raja/Sultan untuk berkomunikasi dengan rakyatnya dan untuk mensyukuri berkah kepada Tuhan. oleh karena itu sekaten juga bisa disebut dengan Pesta Rakyat.

Perayaan grebeg sekaten tahun ini lain daripada tahun sebelumnya, lebih meriah dan lebih besar. hal ini dikarenakan grebeg sekaten bertepatan dengan tahun Dal. Tahun Dal tiba setiap 8 tahun sekali.

Perbedaan grebeg maulud tahun sebelumnya dengan tahun dal yaitu terletak pada dua gunungan yang dikeluarkan, yaitu gunungan bromo serta pawuhan yang berupa aneka buah-buahan. sedangkan tahun yang bukan tahun dal pada akhir prosesi akan muncul 5 gunungan (2 Gunungan lanang,wadhon, Gepak dan Dharat).

Pada gunungan bromo terdapat semacam anglo yang mengeluarkan asap, yang konon katanya menggambarkan kobaran semangat dan pengabdian pada masyarakat yang pantang menyerah. dan gunungan ini dibagikan khusus untuk para sanak keluarga, abdi dalem dan bupati.

Namun sebelumnya gunungan lanang dibawa ke daerah pakualaman dengan iringan pengawal gajah dan pasukan lain untuk diperebutkan masyarakat di alun alun Pakualaman. sisa gunungan yang lain akan dibawa ke masjid gedhe sebagai persembahan untuk rakyat yogyakarta. Ada mitos yang mengatakan bahwa ketika mendapatkan gunungan tersebut keberkahan akan datang ke diri kita. makanya orang-orang yang melalap berkah sampai rela mengais-ngais sisa dari gunungan yang tidak terambil.

Kl!k 18 dan Gelar Karya Tunas Kamera

Posted on February 27th, 2010 in artikel, berita, dolan, stories by amma

Kl!k 18 adalah sebuah komunitas fotografi yang berdiri sejak 18 desember 05 di bawah naungan prodi komunikasi UII yogyakarta.

Nama kl!k 18 merupakan singkatan dari komunitas lensa ilmu komunikasi. 18 diambil dari tanggal terbentuk. Kl!k 18 bukan komunitas fotografi yang mengharuskan anggotanya memiliki sebuah kamera SLR, bahkan yang tidak punya kamera pun diperbolehkan bergabung. Yang diutamakan adalah minat,semangat, motivasi dan ketekunan dalam memahami ilmu fotografi. Dalam komunitas ini juga bisa sharing dan bagi ilmu antar sesama anggota, hunting bareng juga mengadakan workshop. Tidak ada batasan, yang ada adalah kebersamaan.

Event gelar karya “Tunas Kamera kl!k 18” di Karta Pustaka tanggal 19 – 25 februari 2009 merupakan salah satu agenda tahunan yang diselenggarakan. Tujuannya untuk mengapresiasi hasil dari anggota baru agar berani dan merasa tertantang. Selain itu dipajang juga beberapa lukisan. Acara gelar karya ini diisi juga diskusi dengan komunitas fotografi lainnya.

Kegiatan kl!k 18 yang lain yaitu pernah mengikuti pameran dengan FOTKOM Yogyakarta di malang. Kamera bukanlah jawaban dari bagaimana kita menjadi seorang fotografi handal, namun yang sesungguhnya adalah siapa yang ada dibalik kamera tersebut yang membawa dan menekan tombol “shutter” lalu mengambil gambar yang sudah diperhitungkan sebelumnya.

Ps ; tulisan ini untuk bulletin Cekidot edisi ke-3

Komunitas Tanpa Nama (KATANA)

Posted on February 21st, 2010 in artikel, berita, stories by amma

“Comic is the way of life, more than just product and books” itu yang sering di Slogan kan oleh KATANA (Komunitas Tanpa Nama) COMIC COMMUNITY. Merupakan tempat berkumpulnya penggiat komik, pecinta komik dan pembuat komik yang berbasis di Yogyakarta. Kami tajam dan berbahaya!! lah kok ngerii?

Tapi kok bisa ya namanya “ KATANA / komunitas tanpa nama”.

Embrio lahirnya KATANA diawali dari sebuah event Kompas Gramedia Fair 2008 yang bertemakan “katakan dengan komik”. tapi sebelumnya mereka sudah sering ngumpul bareng loh, walaupun hanya sekedar ngobrol, share, bertukar ide dan berdiskusi. rupanya pencomotan nama itu bermula dari banyaknya pertanyaan yang dilontarkan oleh pengunjung yang datang ke stand, dan saking bingungnya karena mereka belum mempunyai nama maka dijawablah dengan “komunitas tanpa nama” atau “komunitas belum punya nama”. Tapi dalam bahasa jepang KATANA berarti PEDANG, nah pedang kan tajam dan berbahaya tuh. Tapi dijamin kok, komunitas ini tidak berbahaya sama sekali bahkan orang-orangnya asyik dan kreatif.

Selain itu berdirinya KATANA dikarenakan prihatin dengan keadaan komunitas komik yang banyak bercokol di Yogyakarta yang mempunyai bakat besar untuk maju dan berkembang namun tidak terpublis ke dunia luar dan hanya berlabel kampus atau sekolah. tapi dengan adanya KATANA karya-karya mereka bisa ditampilkan.