Segala tentang RASA

Posted on July 27th, 2010 in corat-coret by amma

teriknya siang, tak secadas obrolan “panas” dua hari ini. keputusan yang tidak pernah sekalipun berubah. aku dengan mauku, kau dengan inginmu..saling bersikeras tanpa ada yang mau pergi…saling bertentangan namun segalanya menjadi bersinergi.

“i miss u like crazy” katamu sembari memainkan mata penuh canda
dan aku membencimu karena tak tahu cara untuk berhenti menumpas rasa ini….jawab ku getas..

dan yakinlah, saat bertemu, obrolan kita tak akan jauh dari rasa…dan sudah pasti kegelisahan menyeruak kembali hadir…jeda akan ada diantara riuh canda…dan seperti biasa, gelisahku akan menjadi resahmu…resahmu pun akan menstimulus gelisahku…

kau, aku selalu mampu berpura-pura bahwa semua berjalan normal diluar lingkaran KITA. dan KITA, dengan sadar akan dianggap ABSURD oleh mereka. tapi KITA seringkali tak peduli, selalu berdalih bahwa apa yang kita punya lebih MURNI dibanding penilaian picik mereka.

tidak untuk kali ini, maaf, aku akan peduli dengan keTIDAKNORMALan ini…
aku peduli dengan KEPICIKAN mereka….
terlebih aku peduli pada kebahagiaanku…

Let me..

Posted on June 8th, 2010 in corat-coret by amma

1 1/2 sendok teh gula, itu yang saya ambil untuk seduhan kopi yang saya minum sore ini. dan ini gelas kedua yang saya minum. tak peduli dengan cacing perut yang sedari pagi belum mencicipi karbohidrat…tak peduli juga dengan maag yang kemungkinan muncul….ijinkan saya tidak peduli dengan semuanya hari ini….

dan hujan sore ini yang tak kunjung reda pun…tak akan menghalangi kepulanganku untuk menemukan kedamaian………

Ke-sendirian

Posted on June 7th, 2010 in corat-coret by amma

kamu tanya, ngapain aku semalam? hm…semalam aku ndak ngapa-ngapain…hanya menikmati kesendirianku untuk mengenangmu…Ingat! cuma mengenang!! dan itupun hanya sepersekian menit dari berjam-jam aku sendiri…selebihnya aku asyik dengan diriku…dan tentu saja minus “menangis”..maaf ya sendiriku tidak seperti itu….

tapi pada kenyataannya, aku tidak betul-betul sendiri kok…ada si “noebit” dan “middlesex” disampingku….

kau tahu, sendiri itu kadang tidak berarti kita terasing..terisolasi dan tereliminasi…
sendiri terkadang memompa semangat dan kekuatan….bahkan sendiri adalah hal yang paling aku nantikan diantara waktu yang bergulir cepat…diantara kesibukan yang menyita energi….dan diantara “lelah” hati yang tak nampak….

sendiri adalah waktu yang tepat untuk merefresh dan merencanakan semuanya…

Dilebur atau melebur

Posted on June 4th, 2010 in corat-coret, stories by amma

mendadak sesiang ini ruanganku senyap…tak banyak yang berpolah dan “menggila” seperti hari lainnya..dua gadis manis yang satu ruangan denganku pun serius, ntah menyeriusi pekerjaannya atau yang lainnya…

yah, hari ini kami terbius dengan pikiran masing-masing…setelah mendengar kabar bahwa akan ada sesosok makhluk lagi yang akan menempati ruangan kami…
ruang kerja kami tidaklah besar, hanya berukuran 5,5 x 3 m, dengan empat meja kerja milik kami bertiga dan Pak Bos tentunya… biasanya biarpun ada beliau, kami masih bisa menggila dan bertingkah bak remaja yang sedang jatuh cinta..alunan musik dengan suara yang disetel “pas” hampir tiap hari selalu terdengar…canda tawa selalu ada..bahkan selalu saja ada banyak cara untuk membuat kami selalu tertawa ngakak…dan anehnya Pak bos pun selalu dapat melebur dengan kami…

namun dengan sosok yang akan menempati ruangan kami..ntahlah…tak bisa berkata banyak..karena kami semua tahu siapa gerangan sosok itu…sikapnya…jalan pikirannya yang terkadang tak cocok…dan berchit chat lah kami di YM..rasanya unik aja..jarak tidak lebih dari 1 meter tapi mengobrol lewat online..

pikiran kami langsung sama….bagaimana nanti kami bisa “menggila”…bisakah kami melebur..atau dia yang harus melebur dengan kami? akh..ntahlah..itu semua masih menjadi misteri bagi kami…

Pygmalion

Posted on May 21st, 2010 in corat-coret, stories by amma

berpikirlah secara pygmalion…itu yang kerap kali saya katakan dan terapkan ke “seorang kawan” disaat smsnya tak terbalas, telponnya terabaikan dan berminggu-minggu saya diamkan….dan kalimat yang sama pula seringkali dia balikkan ke saya, saat saya marah-marah tak jelas…saat saya mogok bicara..saat pikiran-pikiran negatif mendominasi otak dan hati..dan jujur, saya kerap kali malu sendiri…bagaimana mungkin saya yang selalu mengharapkan dia berpikir “pygmalion” malahan berbalik..

untungnya, kami mengerti bahwa sebagai manusia memang harus saling mengingatkan..bahwa kami tak selamanya berjalan di jalan yang lurus..bahwa kami seringkali alpa…

berpikir secara pygmalion..adalah berpikir positif..memang berat..dan tidak mudah seringan kita mengucapkannya sekarang..butuh proses..seperti sekarang..saat sms tak berbalas..telpon tak diangkat..dan ya…sebisa mungkin tak ada praduga yang negatif…

sedikit coretan tentang “pygmalion”

Pygmalion adalah seorang pemuda yang berbakat seni memahat. Ia sungguh piawai
dalam memahat patung. Karya ukiran tangannya sungguh bagus. Tetapi bukan
kecakapannya itu menjadikan ia dikenal dan isenangi teman dan tetangganya.

Pygmalion dikenal sebagai orang yang suka berpikiran positif. Ia memandang
segala sesuatu dari sudut yang baik.

* Apabila lapangan di tengah kota becek, orang-orang mengomel.
Tetapi Pygmalion berkata, “Untunglah, lapangan yang lain tidak sebecek ini.”

* Ketika ada seorang pembeli patung ngotot menawar-nawar harga, kawan-kawan
Pygmalion berbisik, “Kikir betul orang itu.”
Tetapi Pygmalion berkata, “Mungkin orang itu perlu mengeluarkan uang untuk
urusan lain yang lebih perlu”.

* Ketika anak-anak mencuri apel dikebunnya, Pygmalion tidak mengumpat. Ia malah
merasa iba, “Kasihan, anak-anak itu kurang mendapat pendidikan dan makanan yang
cukup di rumahnya.”

Itulah pola pandang Pygmalion. Ia tidak melihat suatu keadaan dari segi buruk,
melainkan justru dari segi baik. Ia tidak pernah berpikir buruk tentang orang
lain; sebaliknya, ia mencoba membayangkan hal-hal baik dibalik perbuatan buruk
orang lain.

Pada suatu hari Pygmalion mengukir sebuah patung wanita dari kayu yang sangat
halus. Patung itu berukuran manusia sungguhan. Ketika sudah rampung, patung itu
tampak seperti manusia betul. Wajah patung itu tersenyum manis menawan,
tubuhnya elok menarik.

Kawan-kawan Pygmalion berkata, “Ah,sebagus-bagusnya patung, itu cuma patung,
bukan isterimu.”
Tetapi Pygmalion memperlakukan patung itu sebagai manusia betul. Berkali-kali
patung itu ditatapnya dan dielusnya.

Para dewa yang ada di Gunung Olympus memperhatikan dan menghargai sikap
Pygmalion, lalu mereka memutuskan untuk memberi anugerah kepada Pygmalion,
yaitu mengubah patung itu menjadi manusia betul.. Begitulah, Pygmalion hidup
berbahagia dengan isterinya itu yang konon adalah wanita tercantik di seluruh
negeri Yunani.

Nama Pygmalion dikenang hingga kini untuk mengambarkan dampak pola berpikir
yang positif. Kalau kita berpikir positif tentang suatu keadaan atau seseorang,
seringkali hasilnya betul-betul menjadi positif.