manuskrip hidup

Posted on October 8th, 2008 in berita, dolan, stories by amma

kegiatan akhir puasa diisi dengan buka puasa bersama..

*dengan komunitas indosat *bertempat seven resto*

*komunitas kaskus

*lalu beberapa hari kemudian dinner di Bella Vitta Cafe, menunya serba italia gitu..dengan penyajian yang menurut saya ribet :D

*untuk Appertizer - Antipasti ” Garden Salad”
salad yang berisi wortel, ketimun, tomat, selada ditaburi sensasi mint yang membuat makin segeeerr..

* Zuppa ” Zuppa di vendure”
sop dengan ditaburi roti. sayang rotinya sedikit.. :D

sekedar saja

Posted on August 28th, 2008 in corat-coret, dolan, stories by amma

* jadi tamu di salah satu acara tv lokal dalam rangka hari kemerdekaan RI.

Foto diambil tgl 15 Agustus 2008 (Hotel Santika)

*mengikuti upacara penurunan sang saka merah putih

*nah..foto yang dibawah ini mah sekedar aktifitas disela-sela waktu yang ada. menyelesaikan kristik yang beberapa bulan ini dikerjakan. masih ada 70 cm lagi yang harus diberesin..:)

 

Menu Maem

Posted on December 3rd, 2007 in dolan, stories by amma

empalgepukpedas

wew..ini dia nih menu2 maem amma..berhubung amma habis sakit n dalam taraf penggemukan setelah turun 7 kg. jadi yah maemnya emang rada-rada berlauk berat..

ini ada dua tempat maem yang amma kunjungi bersama seorang kawan..tempat pertama namanya pondok cabe..disini semua serba pedas….suasananya cozy banget..serba bambu/kayu..ada lesehanya juga buat yang suka lesehan..dah gitu kalo nambah nasi seberapapun banyaknya Gratis loh. jadi buat kamu2 yang kuat maem silahkan saja kesini :P
nah di tempat ini menu amma itu..adalah empal gepuk pedas..nasi bakar..mendoan..dan teh manis…semuanya kalo amma bayar sendiri hanya merogoh kocek 12.500 perak. tapi berhubung dibayarin jadi ya..gratis :D *thq kawan..dah ngajak amma kesini*

nasi bakar

Plaza Informasi DIY

Posted on August 15th, 2007 in berita, dolan, stories by amma

Badan Informasi Daerah (BID) atau yang kita kenal dengan Plaza Informasi Yogyakarta merupakan salah satu lembaga pelayanan informasi terpadu Pemda DIY yang berada di Jalan Katamso bersebelahan dengan Purawisata dan masih satu gedung dengan Komisi Penyiaran Informasi Daerah (KPID). Lembaga ini merupakan wujud kepedulian pemerintah propinsi DIY terhadap pertumbuhan arus informasi. Dengan adanya plaza informasi ini diharapkan masyarakat dari berbagai kalangan lebih mudah untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Disini masyarakat dapat mengakses informasi dengan berbagai cara seperti melalui internet, layanan sms, call center atau faksimili. Dan informasi di plaza ini di pasok oleh berbagai lembaga di tingkat nasional maupun internasional.

Musium Ulen Sentalu

Posted on July 4th, 2007 in berita, dolan by amma

Yogyakarta dikenal sebagai pusat kebudayaan yang kaya akan warisan budaya. salah satu diantaranya adalah musium Ulen sentalu. Ulen sentalu adalah musium seni budaya jawa yang terletak di kawasan wisata kaliurang. Tetapi, walaupun Letaknya yang ”agak dalam” dan dari luar tampak menyeramkan namun saat masuk dan menjelajahi tiap bagian musium ini akan terasa sekali atmosfer kehidupan tempo dulu dan aura perempuan yang sangat kental.
Ulen sentalu sendiri merupakan akronim dari ”ulating blencong sejatine tataraning lumaku” yang kalau difilosofiskan yaitu hidup manusia itu bagai nyala api meliuk-liuk tidak tetap alias tidak ajeg untuk itulah harus berhati-hati dalam meniti kehidupan.
Musium ini menceritakan kerajaan Yogya – Solo terutama kehidupan para putri dan batik. Ada 7 Ruangan didalamnya, dimana masing-masing ruangan didesain secara eksotis dan yang pasti kita akan menemui banyak hal yang menarik.
Ruangan pertama berisi lukisan dan foto-foto, ada foto Bu Hartini yang merupakan istri ke-4 dari Bung Karno yang sangat menyukai batik, para putri keraton, sri sultan hamengkubuwono IX, Bray Partini Djayadiningrat, nenek Dimas jay yang merupakan tokoh penulis terkenal pada masa itu. Salah satu karyanya yang sangat fenomenal adalah ande-ande lumut, lukisan gadis dari rakyat biasa dengan memakai batik khusus orang kebanyakan yang pada masa tersebut dikenal dengan sebutan ”dhenok” yang bergaya bak foto model, lukisan Ratu mas dengan suaminya Paku Buwono X yang pada masa itu merupakan raja yang paling kaya dan paling royal. Selain itu ditampilkan juga lukisan-lukisan yang termasuk kategori pornografi. Pada masa itu yang dinamakan pornografi adalah ketika seorang perempuan memperlihatkan betis.