Up In The Air
Film ini mengenai kehidupan di angkasa dengan segala keruwetan dan kenikmatannya. Hanya untuk memecat orang-orang atas nama Bos tempat dimana Ryan Bingham (George Clooney) bekerja , dia harus terbang bermil mil dari satu kota di Amerika. Mengorbankan semua hubungan bahkan dengan keluarganya. Pekerjaan yang tidak mudah, karena melibatkan perasaan/hati nurani dan tekanan emosional. Namun, Ryan Bingham adalah karyawan yang kredibel. Tekanan dan gesekan emosi dari orang-orang yang akan dipecatnya tidak membuat dia ragu.
Bahkan Ryan Bingham mampu menggali dan membangunkan potensi yang dimiliki oleh karyawan yang akan dipecatnya. Dalam salah satu scene digambarkan, bagaiman Ryan mencoba untuk membuat karyawan yang akan dipecatnya sadar bahwa pemecatannya justru akan membuat dia lebih mandiri. Mengingatkan karyawan tersebut bahwa dulu dia mempunyai keahlian dalam bidang tertentu dan itu seringkali berhasil.
Praktis kehidupan Ryan selalu berputar dari Bandara ke Bandara. Bagi dia keluarga dan mempunyai anak tidaklah penting. Dia tidak pernah berkeinginan untuk tinggal menetap di suatu kota tertentu, sampai dia bertemu Alex (Vera Farmiga). Namun dalam waktu yang sama muncul sosok perempuan muda di perusahaannya yang cerdas, arogan,idealis, dan belum matang dalam menghadapi kehidupan juga pekerjaannya.
Ryan dan Natalie terikat namun dalam konteks profesionalisme pekerjaan. Pada mulanya banyak gesekan antara mereka berdua. Namun hal itu mampu diselesaikan. Sedang bersama Alex, Ryan menemukan kebahagiaan batin yang selama ini tidak pernah dirasakan. Tapi ternyata, saat Ryan menyadari bahwa Alex adalah segalanya dia harus menelan pil kekecewaan. Perempuan itu telah memiliki keluarga dengan beberapa anak dan hanya menganggap Ryan sebagai selingan.
Bukan film romantisme namun banyak scene yang menggambarkan keromantisan, juga bukan film komedi keseluruhan namun banyak perkataan dan acting yang membuat kita tersenyum.









