Suatu Sore di Candi Sambisari
Sore hari, sambil menunggu sunset saya, husby dan beberapa temannya menyempatkan diri untuk sekedar menikmati hangatnya mentari di sekitar Candi Sambisari. Candi ini memang sedikit kalah pamor dengan candi yang ada di Yogyakarta seperti Candi Prambanan dan Candi Borobudur. Namun demikian Candi Sambisari sekarang juga telah menjadi tujuan wisata baik oleh wisatawan domestik dan mancanegara.
Sesampai di lokasi candi, tidak terlihat keramaian pengunjung. Hanya beberapa pasangan dan kelompok keluarga. Candi yang terletak di Desa Sambisari, Kelurahan Purwomartani, lebih kurang 12 Km dari pusat Yogyakarta. Sambisari sendiri adalah nama sebuah daerah dimana candi itu berada. Untuk mencapai lokasi candi sangatlah mudah, karena lokasi candi terletak di utara jalan utama Jogja – Solo Km 10 dan akan ada papan penunjuk di sebelah kiri lalu anda tinggal ikuti saja alur jalannya (kira-kira 2 km).
Candi yang ditemukan tahun 1966 secara tidak sengaja oleh seporang petani bernama Karyowinangun ini diperkirakan dibangun antara tahun 812 – 838, kemungkinan pada masa pemerintahan Rakai Garung dari dinasti Sanjaya dengan patung Shiwa sebagai mahaguru menempati bilik utamanya. Candi Hindu dari abad ke-10 ini berada 6,5 meter lebih rendah dari wilayah sekitarnya kalau dilihat dari atas lebih merupakan susunan batu atap. Berdasarkan penelitian geologis terhadap batuan candi dan tanah yang telah menimbunnya, candi ini telah terbenam oleh material Gunung Merapi dalam letusan yang hebat pada tahun 1006.










