<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>Girl with a lot of dream</title>
	<atom:link href="http://www.asmaul.org/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.asmaul.org</link>
	<description>Because Live is So Short</description>
	<pubDate>Tue, 27 Jul 2010 09:07:34 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.2</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Segala tentang RASA</title>
		<link>http://www.asmaul.org/2010/07/27/segala-tentang-rasa/</link>
		<comments>http://www.asmaul.org/2010/07/27/segala-tentang-rasa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Jul 2010 09:07:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amma</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[corat-coret]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.asmaul.org/?p=1017</guid>
		<description><![CDATA[teriknya siang, tak secadas obrolan &#8220;panas&#8221; dua hari ini. keputusan yang tidak pernah sekalipun berubah. aku dengan mauku, kau dengan inginmu..saling bersikeras tanpa ada yang mau pergi&#8230;saling bertentangan namun segalanya menjadi bersinergi.
&#8220;i miss u like crazy&#8221; katamu sembari memainkan mata penuh canda
dan aku membencimu karena tak tahu cara untuk berhenti menumpas rasa ini&#8230;.jawab ku getas..
dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>teriknya siang, tak secadas obrolan &#8220;panas&#8221; dua hari ini. keputusan yang tidak pernah sekalipun berubah. aku dengan mauku, kau dengan inginmu..saling bersikeras tanpa ada yang mau pergi&#8230;saling bertentangan namun segalanya menjadi bersinergi.</p>
<p>&#8220;i miss u like crazy&#8221; katamu sembari memainkan mata penuh canda<br />
dan aku membencimu karena tak tahu cara untuk berhenti menumpas rasa ini&#8230;.jawab ku getas..</p>
<p>dan yakinlah, saat bertemu, obrolan kita tak akan jauh dari rasa&#8230;dan sudah pasti kegelisahan menyeruak kembali hadir&#8230;jeda akan ada diantara riuh canda&#8230;dan seperti biasa, gelisahku akan menjadi resahmu&#8230;resahmu pun akan menstimulus gelisahku&#8230;</p>
<p>kau, aku selalu mampu berpura-pura bahwa semua berjalan normal diluar lingkaran KITA. dan KITA, dengan sadar akan dianggap ABSURD oleh mereka. tapi KITA seringkali tak peduli, selalu berdalih bahwa apa yang kita punya lebih MURNI dibanding penilaian picik mereka.</p>
<p>tidak untuk kali ini, maaf, aku akan peduli dengan keTIDAKNORMALan ini&#8230;<br />
aku peduli dengan KEPICIKAN mereka&#8230;.<br />
terlebih aku peduli pada kebahagiaanku&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asmaul.org/2010/07/27/segala-tentang-rasa/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kekuatan Tutur Kata</title>
		<link>http://www.asmaul.org/2010/06/20/kekuatan-tutur-kata/</link>
		<comments>http://www.asmaul.org/2010/06/20/kekuatan-tutur-kata/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Jun 2010 07:15:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amma</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<category><![CDATA[renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.asmaul.org/?p=1015</guid>
		<description><![CDATA[Pada suatu hari seorang teman bertutur, disebuah stasiun kereta api tanpa sengaja bertemu dengan seorang penjual asongan yang kehilangan tangan sebelahnya sedang menjajakan dagangannya karena hatinya iba dan ingin menolong. Dikeluarkan uang selembar sepuluh ribuan lalu diberikanlah uang itu padanya.
Sejenak berpikir di dalam benaknya ia merasa bersalah, segera kembali penjual asongan dan mengatakan kepadanya, &#8216;Maaf [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada suatu hari seorang teman bertutur, disebuah stasiun kereta api tanpa sengaja bertemu dengan seorang penjual asongan yang kehilangan tangan sebelahnya sedang menjajakan dagangannya karena hatinya iba dan ingin menolong. Dikeluarkan uang selembar sepuluh ribuan lalu diberikanlah uang itu padanya.</p>
<p>Sejenak berpikir di dalam benaknya ia merasa bersalah, segera kembali penjual asongan dan mengatakan kepadanya, &#8216;Maaf bapak, saya tidak bermaksud merendahkan bapak. saya tahu, bapak adalah seorang pengusaha.&#8217; Lalu mengambil sebuah pulpen kemudian meninggalkan penjual asongan.</p>
<p>Setahun kemudian teman itu melintasi stasiun kereta api yang sama. Terdengar suara seseorang menyapa dirinya. &#8216;Apa kabar Mas?&#8217; sapa seorang pemilik toko di stasiun kereta api. &#8216;Saya sudah lama menunggu anda di toko ini.&#8217; kata pemilik toko. &#8220;Barangkali anda lupa, saya adalah penjual asongan yang waktu itu menyebut saya sebagai pengusaha sehingga saya termotivasi kata-kata anda sehingga saya bekerja keras untuk memiliki sebuah toko,&#8217; katanya dengan bangga menunjukkan tokonya.</p>
<p>Teman itu menceritakan betapa terharunya dirinya karena ia tidak mengira penjual asongan yang dia jumpai setahun yang lalu kini telah memiliki sebuah toko yang cukup besar distasiun kereta api.</p>
<p>Pesan dari kisah ini menunjukkan bahwa Tutur kata yang kita ucapkan memiliki sebuah kekuatan. Ucapan kita mampu memberikan motivasi seperti yang terjadi pada penjual asongan namun juga sebaiknya bila bertemu dengan orang yang tidak tepat malah menjerumuskan kita kepada kehancuran. Nabi mengajarkan kita agar senantiasa berkumpul dengan orang-orang sholeh, yaitu orang yang mampu menularkan kebahagiaan, kesehatan dan kedamaian dalam hidup kita.</p>
<p>PS : mari budayakan berkata yang baik&#8230;.:)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asmaul.org/2010/06/20/kekuatan-tutur-kata/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Let me..</title>
		<link>http://www.asmaul.org/2010/06/08/let-me/</link>
		<comments>http://www.asmaul.org/2010/06/08/let-me/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Jun 2010 09:38:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amma</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[corat-coret]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.asmaul.org/?p=999</guid>
		<description><![CDATA[1 1/2 sendok teh gula, itu yang saya ambil untuk seduhan kopi yang saya minum sore ini. dan ini gelas kedua yang saya minum. tak peduli dengan cacing perut yang sedari pagi belum mencicipi karbohidrat&#8230;tak peduli juga dengan maag yang kemungkinan muncul&#8230;.ijinkan saya tidak peduli dengan semuanya hari ini&#8230;.
dan hujan sore ini yang tak kunjung [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>1 1/2 sendok teh gula, itu yang saya ambil untuk seduhan kopi yang saya minum sore ini. dan ini gelas kedua yang saya minum. tak peduli dengan cacing perut yang sedari pagi belum mencicipi karbohidrat&#8230;tak peduli juga dengan maag yang kemungkinan muncul&#8230;.ijinkan saya tidak peduli dengan semuanya hari ini&#8230;.</p>
<p>dan hujan sore ini yang tak kunjung reda pun&#8230;tak akan menghalangi kepulanganku untuk menemukan kedamaian&#8230;&#8230;&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asmaul.org/2010/06/08/let-me/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>kembali&#8230;</title>
		<link>http://www.asmaul.org/2010/06/07/kembali-2/</link>
		<comments>http://www.asmaul.org/2010/06/07/kembali-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Jun 2010 04:20:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amma</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[stories]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.asmaul.org/?p=1003</guid>
		<description><![CDATA[sore ini hening..ada kesenyapan menyambangi..dan bayangmu kembali berkelebat..indah..dan tetap indah..walau hampir saja pudar..
beberapa hari ini kamu kembali menggelitik..dengan sikap iseng dan jailmu&#8230;aih aih&#8230;menyebalkan&#8230;
tapi ya sutralaah&#8230;
saatnya pulang dan ta taaa&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>sore ini hening..ada kesenyapan menyambangi..dan bayangmu kembali berkelebat..indah..dan tetap indah..walau hampir saja pudar..</p>
<p>beberapa hari ini kamu kembali menggelitik..dengan sikap iseng dan jailmu&#8230;aih aih&#8230;menyebalkan&#8230;<br />
tapi ya sutralaah&#8230;</p>
<p>saatnya pulang dan ta taaa&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asmaul.org/2010/06/07/kembali-2/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Ke-sendirian</title>
		<link>http://www.asmaul.org/2010/06/07/ke-sendirian/</link>
		<comments>http://www.asmaul.org/2010/06/07/ke-sendirian/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Jun 2010 04:20:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amma</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[corat-coret]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.asmaul.org/?p=1001</guid>
		<description><![CDATA[kamu tanya, ngapain aku semalam? hm&#8230;semalam aku ndak ngapa-ngapain&#8230;hanya menikmati kesendirianku untuk mengenangmu&#8230;Ingat! cuma mengenang!! dan itupun hanya sepersekian menit dari berjam-jam aku sendiri&#8230;selebihnya aku asyik dengan diriku&#8230;dan tentu saja minus &#8220;menangis&#8221;..maaf ya sendiriku tidak seperti itu&#8230;.
tapi pada kenyataannya, aku tidak betul-betul sendiri kok&#8230;ada si &#8220;noebit&#8221; dan &#8220;middlesex&#8221; disampingku&#8230;.
kau tahu, sendiri itu kadang tidak berarti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>kamu tanya, ngapain aku semalam? hm&#8230;semalam aku ndak ngapa-ngapain&#8230;hanya menikmati kesendirianku untuk mengenangmu&#8230;Ingat! cuma mengenang!! dan itupun hanya sepersekian menit dari berjam-jam aku sendiri&#8230;selebihnya aku asyik dengan diriku&#8230;dan tentu saja minus &#8220;menangis&#8221;..maaf ya sendiriku tidak seperti itu&#8230;.</p>
<p>tapi pada kenyataannya, aku tidak betul-betul sendiri kok&#8230;ada si &#8220;noebit&#8221; dan &#8220;middlesex&#8221; disampingku&#8230;.</p>
<p>kau tahu, sendiri itu kadang tidak berarti kita terasing..terisolasi dan tereliminasi&#8230;<br />
sendiri terkadang memompa semangat dan kekuatan&#8230;.bahkan sendiri adalah hal yang paling aku nantikan diantara waktu yang bergulir cepat&#8230;diantara kesibukan yang menyita energi&#8230;.dan diantara &#8220;lelah&#8221; hati yang tak nampak&#8230;.</p>
<p>sendiri adalah waktu yang tepat untuk merefresh dan merencanakan semuanya&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asmaul.org/2010/06/07/ke-sendirian/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Dilebur atau melebur</title>
		<link>http://www.asmaul.org/2010/06/04/dilebur-atau-melebur/</link>
		<comments>http://www.asmaul.org/2010/06/04/dilebur-atau-melebur/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Jun 2010 05:13:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amma</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[corat-coret]]></category>

		<category><![CDATA[stories]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.asmaul.org/?p=1005</guid>
		<description><![CDATA[mendadak sesiang ini ruanganku senyap&#8230;tak banyak yang berpolah dan &#8220;menggila&#8221; seperti hari lainnya..dua gadis manis yang satu ruangan denganku pun serius, ntah menyeriusi pekerjaannya atau yang lainnya&#8230;
yah, hari ini kami terbius dengan pikiran masing-masing&#8230;setelah mendengar kabar bahwa akan ada sesosok makhluk lagi yang akan menempati ruangan kami&#8230;
ruang kerja kami tidaklah besar, hanya berukuran 5,5 x [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>mendadak sesiang ini ruanganku senyap&#8230;tak banyak yang berpolah dan &#8220;menggila&#8221; seperti hari lainnya..dua gadis manis yang satu ruangan denganku pun serius, ntah menyeriusi pekerjaannya atau yang lainnya&#8230;</p>
<p>yah, hari ini kami terbius dengan pikiran masing-masing&#8230;setelah mendengar kabar bahwa akan ada sesosok makhluk lagi yang akan menempati ruangan kami&#8230;<br />
ruang kerja kami tidaklah besar, hanya berukuran 5,5 x 3 m, dengan empat meja kerja milik kami bertiga dan Pak Bos tentunya&#8230; biasanya biarpun ada beliau, kami masih bisa menggila dan bertingkah bak remaja yang sedang jatuh cinta..alunan musik dengan suara yang disetel &#8220;pas&#8221; hampir tiap hari selalu terdengar&#8230;canda tawa selalu ada..bahkan selalu saja ada banyak cara untuk membuat kami selalu tertawa ngakak&#8230;dan anehnya Pak bos pun selalu dapat melebur dengan kami&#8230;</p>
<p>namun dengan sosok yang akan menempati ruangan kami..ntahlah&#8230;tak bisa berkata banyak..karena kami semua tahu siapa gerangan sosok itu&#8230;sikapnya&#8230;jalan pikirannya yang terkadang tak cocok&#8230;dan berchit chat lah kami di YM..rasanya unik aja..jarak tidak lebih dari 1 meter tapi mengobrol lewat online..</p>
<p>pikiran kami langsung sama&#8230;.bagaimana nanti kami bisa &#8220;menggila&#8221;&#8230;bisakah kami melebur..atau dia yang harus melebur dengan kami? akh..ntahlah..itu semua masih menjadi misteri bagi kami&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asmaul.org/2010/06/04/dilebur-atau-melebur/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pygmalion</title>
		<link>http://www.asmaul.org/2010/05/21/pygmalion/</link>
		<comments>http://www.asmaul.org/2010/05/21/pygmalion/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 May 2010 04:59:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amma</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[corat-coret]]></category>

		<category><![CDATA[stories]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.asmaul.org/?p=1007</guid>
		<description><![CDATA[berpikirlah secara pygmalion&#8230;itu yang kerap kali saya katakan dan terapkan ke &#8220;seorang kawan&#8221; disaat smsnya tak terbalas, telponnya terabaikan dan berminggu-minggu saya diamkan&#8230;.dan kalimat yang sama pula seringkali dia balikkan ke saya, saat saya marah-marah tak jelas&#8230;saat saya mogok bicara..saat pikiran-pikiran negatif mendominasi otak dan hati..dan jujur, saya kerap kali malu sendiri&#8230;bagaimana mungkin saya yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>berpikirlah secara pygmalion&#8230;itu yang kerap kali saya katakan dan terapkan ke &#8220;seorang kawan&#8221; disaat smsnya tak terbalas, telponnya terabaikan dan berminggu-minggu saya diamkan&#8230;.dan kalimat yang sama pula seringkali dia balikkan ke saya, saat saya marah-marah tak jelas&#8230;saat saya mogok bicara..saat pikiran-pikiran negatif mendominasi otak dan hati..dan jujur, saya kerap kali malu sendiri&#8230;bagaimana mungkin saya yang selalu mengharapkan dia berpikir &#8220;pygmalion&#8221; malahan berbalik..</p>
<p>untungnya, kami mengerti bahwa sebagai manusia memang harus saling mengingatkan..bahwa kami tak selamanya berjalan di jalan yang lurus..bahwa kami seringkali alpa&#8230;</p>
<p>berpikir secara pygmalion..adalah berpikir positif..memang berat..dan tidak mudah seringan kita mengucapkannya sekarang..butuh proses..seperti sekarang..saat sms tak berbalas..telpon tak diangkat..dan ya&#8230;sebisa mungkin tak ada praduga yang negatif&#8230;</p>
<p>sedikit coretan tentang &#8220;pygmalion&#8221;</p>
<p>Pygmalion adalah seorang pemuda yang berbakat seni memahat. Ia sungguh piawai<br />
dalam memahat patung. Karya ukiran tangannya sungguh bagus. Tetapi bukan<br />
kecakapannya itu menjadikan ia dikenal dan isenangi teman dan tetangganya.</p>
<p>Pygmalion dikenal sebagai orang yang suka berpikiran positif. Ia memandang<br />
segala sesuatu dari sudut yang baik.</p>
<p>* Apabila lapangan di tengah kota becek, orang-orang mengomel.<br />
Tetapi Pygmalion berkata, &#8220;Untunglah, lapangan yang lain tidak sebecek ini.&#8221;</p>
<p>* Ketika ada seorang pembeli patung ngotot menawar-nawar harga, kawan-kawan<br />
Pygmalion berbisik, &#8220;Kikir betul orang itu.&#8221;<br />
Tetapi Pygmalion berkata, &#8220;Mungkin orang itu perlu mengeluarkan uang untuk<br />
urusan lain yang lebih perlu&#8221;.</p>
<p>* Ketika anak-anak mencuri apel dikebunnya, Pygmalion tidak mengumpat. Ia malah<br />
merasa iba, &#8220;Kasihan, anak-anak itu kurang mendapat pendidikan dan makanan yang<br />
cukup di rumahnya.&#8221;</p>
<p>Itulah pola pandang Pygmalion. Ia tidak melihat suatu keadaan dari segi buruk,<br />
melainkan justru dari segi baik. Ia tidak pernah berpikir buruk tentang orang<br />
lain; sebaliknya, ia mencoba membayangkan hal-hal baik dibalik perbuatan buruk<br />
orang lain.</p>
<p>Pada suatu hari Pygmalion mengukir sebuah patung wanita dari kayu yang sangat<br />
halus. Patung itu berukuran manusia sungguhan. Ketika sudah rampung, patung itu<br />
tampak seperti manusia betul. Wajah patung itu tersenyum manis menawan,<br />
tubuhnya elok menarik.</p>
<p>Kawan-kawan Pygmalion berkata, &#8220;Ah,sebagus-bagusnya patung, itu cuma patung,<br />
bukan isterimu.&#8221;<br />
Tetapi Pygmalion memperlakukan patung itu sebagai manusia betul. Berkali-kali<br />
patung itu ditatapnya dan dielusnya.</p>
<p>Para dewa yang ada di Gunung Olympus memperhatikan dan menghargai sikap<br />
Pygmalion, lalu mereka memutuskan untuk memberi anugerah kepada Pygmalion,<br />
yaitu mengubah patung itu menjadi manusia betul.. Begitulah, Pygmalion hidup<br />
berbahagia dengan isterinya itu yang konon adalah wanita tercantik di seluruh<br />
negeri Yunani.</p>
<p>Nama Pygmalion dikenang hingga kini untuk mengambarkan dampak pola berpikir<br />
yang positif. Kalau kita berpikir positif tentang suatu keadaan atau seseorang,<br />
seringkali hasilnya betul-betul menjadi positif.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asmaul.org/2010/05/21/pygmalion/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>ada indahmu pagi ini</title>
		<link>http://www.asmaul.org/2010/05/16/ada-indahmu-pagi-ini-2/</link>
		<comments>http://www.asmaul.org/2010/05/16/ada-indahmu-pagi-ini-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 May 2010 07:39:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amma</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[corat-coret]]></category>

		<category><![CDATA[stories]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.asmaul.org/?p=1009</guid>
		<description><![CDATA[ada indahmu diantara matahari pagi. sempat membuat aku merenung sebentar dan meresapi kehadirannya. ahai, selalu saja ada perasaan bersalah.
aku ingin lari..berteriak dan menyepi. jauh dari dekapan, kerinduan dan pelukan sesaat yang memabukkan. dan indahmu tiada terkira dimata.
sering ku bilang “cut saja ya” namun selalu saja kau tepis perkataan itu dengan pertanyaan “kenapa?”
dan betapa kelu lidah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>ada indahmu diantara matahari pagi. sempat membuat aku merenung sebentar dan meresapi kehadirannya. ahai, selalu saja ada perasaan bersalah.</p>
<p>aku ingin lari..berteriak dan menyepi. jauh dari dekapan, kerinduan dan pelukan sesaat yang memabukkan. dan indahmu tiada terkira dimata.</p>
<p>sering ku bilang “cut saja ya” namun selalu saja kau tepis perkataan itu dengan pertanyaan “kenapa?”</p>
<p>dan betapa kelu lidah mengucapkan “karena semakin lama aku mengenalmu, semakin aku ingin memilikimu lebih”</p>
<p>gundah menggelayut dalam diri. merembes ke seluruh otak juga aliran darah.</p>
<p>aku pencuri hatimu. sama seperti kamu pun telah mencuri hatiku.</p>
<p>dan kau, yang selalu saja mampu membuat aku tersenyum dan tertawa perlahan hilang kala senja tiba.</p>
<p>pagi hingga petang kau adalah milikku..</p>
<p>sesudahnya..</p>
<p>“jalani saja sampai kamu bosan.sampai cintamu hilang juga sayangmu redup” katamu</p>
<p>percuma. karena aku tak akan pernah bosan”jawabku dalam hati</p>
<p>seperti kisah romi dan yuli. percintaan kita adalah terlarang yang kita nikmati dan serap manis pahitnya.</p>
<p>rindu selalu menggoda…jarak pun menjadi tak kasat mata..</p>
<p>dan saat bersua adalah saat dimana amarah dan cemburu tak lagi ada..</p>
<p>akh..indahmu ada di mata pagi ini..and damn! i love it!!!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asmaul.org/2010/05/16/ada-indahmu-pagi-ini-2/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>sepertinya</title>
		<link>http://www.asmaul.org/2010/05/16/sepertinya/</link>
		<comments>http://www.asmaul.org/2010/05/16/sepertinya/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 May 2010 07:24:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amma</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[corat-coret]]></category>

		<category><![CDATA[stories]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.asmaul.org/?p=1011</guid>
		<description><![CDATA[kalau boleh memilih..aku ingin menjadi sahabatmu selamanya…yang selalu dicari saat engkau rapuh dan senang…yang selalu merasa “everything its ok “di saat engkau terlalu lama mengabaikanku..
tapi rasanya…”sulit”
kalau boleh bilang, “eh kita jadi temen aja yaks”.. namun kenapa selalu sulit melepaskan diri dari ketergantungan kita satu sama lain..
padahal biasanya aku selalu bisa menempatkan perasaan diatas persahabatan. tapi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>kalau boleh memilih..aku ingin menjadi sahabatmu selamanya…yang selalu dicari saat engkau rapuh dan senang…yang selalu merasa “everything its ok “di saat engkau terlalu lama mengabaikanku..</p>
<p>tapi rasanya…”sulit”</p>
<p>kalau boleh bilang, “eh kita jadi temen aja yaks”.. namun kenapa selalu sulit melepaskan diri dari ketergantungan kita satu sama lain..</p>
<p>padahal biasanya aku selalu bisa menempatkan perasaan diatas persahabatan. tapi kenapa denganmu tak biasa..</p>
<p>kita tak mampu menjadi orang asing lagi..</p>
<p>bahkan untuk sekedar mendiamkanmu pun aku tiada mampu..</p>
<p>api amarah, benci, cemburu dan kata-kata  yang sedianya ada..saat melihat mu luruh lantak terbang terbawa angin</p>
<p><span> waktu yang ku lalui tanpa dirimu kurasa semu belaka..keindahan hari tiada sempurna bila tak kutemukan senyummu..kenakalanmu..kei</span></p>
<div>senganmu..dan juga  pemberontakanmu..</p>
<p>sepertinya..kita memang harus bertemu..walau tak mungkin bersama…</p>
<p>dedicated for &#8220;huwi&#8221;</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asmaul.org/2010/05/16/sepertinya/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pada Sebuah Akhir</title>
		<link>http://www.asmaul.org/2010/05/13/pada-sebuah-akhir/</link>
		<comments>http://www.asmaul.org/2010/05/13/pada-sebuah-akhir/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 May 2010 17:45:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amma</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[corat-coret]]></category>

		<category><![CDATA[stories]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.asmaul.org/?p=1013</guid>
		<description><![CDATA[=== pada sebuah malam di kota &#8220;bintang&#8221; ===
dadaku sakit saat mengingatmu&#8230;pedih tak berperi..ada luka sekaligus rindu mendalam yang kembali hadir..juga air mata yang tak bisa berhenti..
dan saat kuputuskan untuk tak melihatmu lagi..bukan hanya dada yang terasa sakit&#8230;..jiwaku pun meluruh rapuh seketika..sakit dan perihnya membuatku tak bisa bernafas..membuatku berhenti sejenak dari segala rutinitas tapi anehnya..setelah sepuluh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>=== pada sebuah malam di kota &#8220;bintang&#8221; ===<br />
dadaku sakit saat mengingatmu&#8230;pedih tak berperi..ada luka sekaligus rindu mendalam yang kembali hadir..juga air mata yang tak bisa berhenti..</p>
<p>dan saat kuputuskan untuk tak melihatmu lagi..bukan hanya dada yang terasa sakit&#8230;..jiwaku pun meluruh rapuh seketika..sakit dan perihnya membuatku tak bisa bernafas..membuatku berhenti sejenak dari segala rutinitas tapi anehnya..setelah sepuluh mennit berlalu aku tertawa..dan kembali hadir bersama mereka di dunia nyata..menyelesaikan segala kewajiban dan bersikap seperti biasa&#8230;</p>
<p><span> seharusnya melepaskanmu adalah hal yang paling menyenangkan..membebaskanm</span></p>
<div><span>u dari segala ikatan..terutama membebaskan hatiku dari segala rasa..dan kembali seperti biasa..nyatanya&#8230;melepask</span>an adalah hal tersulit, terberat dan bahkan gilanya kita kembali ke dalam &#8220;penjara&#8221;.</p>
<p>melepaskan menjadi episode dari &#8220;perjalanan&#8221;&#8230;akhir dari oase kerinduan sebuah hubungan yang kekal&#8230;jika melepaskan adalah manifestasi dari kebebasan lalu kenapa saat bersama kamu justru aku merasa bebas sepenuhnya?</p>
<p>melepaskan adalah satu-satunya hal yang tidak pernah kita inginkan bukan?</p>
<p>====   pada sebuah ruang tamu di kota &#8220;bulan&#8221; ====<br />
sakit ku rasakan diseluruh sendi..pedih pun demikian..bukan cuma hati..tapi seluruh raga..letih karena pekerjaan tak seletih yang aku rasa sekarang..<br />
melepaskan! adalah kata terlaknat yang tidak akan pernah terucap dari mulutku dan tidak pernah aku ingin dengar dari bibir manismu..</p>
<p>dan saat mendengarnya, kau tahu? beberapa saat aku tak bisa bernafas..ruang gerakku menjadi sempit dan mendadak aku menjadi perokok aktif..siaal!!<br />
kau tahu pasti, kalau aku setuju&#8230;aku bodoh..dan kalau menolak..kau akan sakit&#8230;<br />
apa jadinya duniaku andai tak bisa melihatmu lagi? tak ku dengar tawa khas mu yang menyejukkan? tak ku lihat senyum yang menenangkan? tatapan mata yang menghayutkan? dan belaian lembut yang menghangatkan? serta kekonyolan tingkahmu yang membuatku tak berhenti tertawa..</p>
<p>melepaskan bukan jalan terbaik untuk apa yang telah terlewati..melepaskan berarti kita kembali ke &#8220;penjara&#8221;,<br />
walaupun melepaskan menjadi episode dari &#8220;perjalanan&#8221;&#8230;akhir dari oase kerinduan sebuah hubungan yang kekal&#8230;dan bila melepaskan adalah manifestasi dari kebebasan lalu kenapa saat bersama kamu justru aku merasa bebas sepenuhnya?<br />
melepaskan adalah satu-satunya hal di dunia ini yang tidak kita inginkan&#8230;!!!</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asmaul.org/2010/05/13/pada-sebuah-akhir/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
