Tarawih Hari Ke-2
Ramadhan kali ini diawali dengan absennya sholat tarawih di masjid. bukan karena malas atau memang sengaja, tapi keadaan body yang tidak memungkinkan untuk melakukan sholat. seharian mengepak barang, mengangkut dan memindahkannya ke tempat yang baru ternyata menghabiskan energi. plus saya juga belum begitu ngeh dimana persisnya posisi masjid daerah yang saya tempati sekarang. toh, sholat tarawih tidak musti dilakukan dimasjid,nanti sebelum sahur saja lah..pikir saya.
tapi memang seharusnya bulan ramadhan dihidupkan dengan banyak amalan kebaikan dan peningkatan ibadah. seperti dalam salah satu sabda Nabi Muhammad s.a.w ”Barangsiapa menegakkan bulan Ramadhan dengan keimanan dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosanya yang telah lewat” (Abu Hurairah, ra). Dan salah satu ibadah yang dianjurkan adalah melaksanaka sholat tarawih yang hukumnya adalah mustahab (Sunnah). tarawih sendiri merupakan bentuk jamak dari kata tarwiihah yang artinya waktu sesaat untuk istirahat. dan dinamakan tarwiihah pada bulan ramadhan karena para jamaah beristirahat setelah melaksanakan sholat tiap-tiap 4 rakaat.
ada perbedaan pendapat tentang pelaksanaan sholat tarawih, mana yang lebih utama di masjid secara berjamaah atau dilaksanakan di rumah. juga tentang jumlah rakaatnya, ada yang berpendapat 11 rakaat juga ada yang 23 rakaat. tapi mohon maaf, postingan saya kali ini tidak akan membahas perbedaan pendapat tersebut. toh, pada dasarnya mereka mempunyai dalil/landasan masing-masing. *back to the topic aja yah :)*












